Saturday, July 23, 2016

Ruh yang terpaut

ﺍﻷَﺭْﻭَﺍﺡُ ﺟُﻨُﻮْﺩٌ ﻣُﺠَﻨَّﺪَﺓٌ ﻓَﻤَﺎ ﺗَﻌَﺎﺭَﻑَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺍﺋْﺘَﻠَﻒَ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻨَﺎﻛَﺮَﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ
ﺍﺧْﺘَﻠَﻒَ
“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan
saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan
tercerai-berai.” (HR. Muslim)

Percaya atau tidak, dahulu ruh kita terpaut. Lalu saat ia berada dalam dekapan jasad, pautan2 itu sulit dikenali.

Maka orang2 yang akrab, dekat, adalah orang2 yg ruhnya terpaut.

Pepatah arab mengatakan

الطيور على اشكالها تقع
Burung2 itu berkumpul sesuai jenisnya

Makanya lagi, jika suatu saat orang bertanya kepadaku "sejak kapan aku mengenalmu?", jawabanku adalah " sejak zaman azali, saat ruh kita berkumpul dan bersaru."

Hati yang baik selalu akan berkumpul dengan hati yang baik

Sunday, July 10, 2016

Tentang (Menulis) Ide

Tahun 2011, untuk pertama kalinya saya menjadi koordinator tim intermediate training pelajar islam indonesia (pii) di Mesir. Intra ini targetnya sederhana, bagaimana sebuah ide bisa disosialisasikan, baik berupa transformasi ataupun aksi.

Tragisnya, dua hari awal kegiatan, ide2 tidak kurun muncul dari peserta. Maka, sejak hari ketiga, saya membuat mading yg harus diisi dengan ide pengembangan organisasi, apapun. Slogannya, one day one idea.

Ide itu kadang muncul tiba-tiba. Seperti jodoh, ia bisa datang kapanpun. Persoalannya kita sadar ga bahwa itu adalah ide yg harus segera ditulis agar tidak lupa dan bisa ditindak lanjuti.

Mari menulis ide. Kalaupun nanti bukan kita yang mewujudkan, setidaknya kita pernah memberi arti #eh #baper.

Pagi ini, saya stalking ig nya kang emil (walkot bandung). Ternyata beliau lebih maju dari saya (jelas hehehe). Beliau sudah berpikir soal pusat inovasi. Dimana setiap orang berhak memaparkan ide, agar nanti bisa bermanfaat buat manusia.


Friday, July 1, 2016

Ujian berat

Satu yang saya sadari, bahwa ini adalah salah satu ujian keimanan terberat yang saya lalui. Bahwa berserah kepada takdir Allah dan menerima apapun ketetapanNya.

Ujian ini berat. Luar biasa berat. Tak usah tanya berapa tetes air mata yang tertumpah. Berat tak dinyana.

Semoga Allah memudahkan dan menguatkan. Entah nanti Allah akan berikan ujian itu sebagai hadiah atau Allah akan berikan ganti yang lebih baik. Ketidaktahuanku meminta dia, tetapi sebagai hamba saya harus sadar bahwa pilihanNya selalu yang terbaik...

#gedungsyariahIAINIB 26 Ramadhan 1437

Monday, June 27, 2016

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

Jangan remehkan kebaikan, walaupun kecil, karena kita tidak tahu kebaikan kita mana yang akan memberikan hasil kepada kita.

Nabi Musa as saat lari ke Madyan hanya menolong dua putri Nabi Syuaib as mengambil air di perigi. Lalu Allah membalasinya dgn istri yang salehah, mertua seorang utusan Allah, keluarga yang damai, dan keamanan dari musuh

#habis baca surat al qashshash. Kayaknya indah buat dijadiin mahar #eh

Thursday, June 16, 2016

Penuntut ilmu dari Timur

Berulang kali ke maktabah Ushuluddin, baru tadi tergerak membeli buku "Hadits2 Mu'jizat Rasulullah yang terlihat pada zaman kita". Buku ini merupakan buah tangan Prof.Dr. Abdul Muhdi (Guru besar Hadits Al-Azhar) .

Ada sebuah hadits yang membuat saya - sbg penuntut Ilmu - tersindir. Hadits ini mungkin menjadi alasan kenapa orang mesir begitu baik terhadap para penuntut ilmu wafidin.

وَرُوِّينَا عَنْ أَبِي هَارُونَ الْعَبْدِيِّ ، وَشَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ ، قَالا : كُنَّا إِذَا أَتَيْنَا أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ : مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللَّهِ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " سَتُفْتَحُ لَكُمُ الأَرْضُ وَيَأْتِيكُمْ قَوْمٌ " ، أَوْ قَالَ : " غِلْمَانٌ حَدِيثَةٌ أَسْنَانُهُمْ يَطْلُبُونَ الْعِلْمَ , وَيَتَفَقَّهُونَ فِي الدِّينِ وَيَتَعَلَّمُونَ مِنْكُمْ ، فَإِذَا جَاءُوكُمْ فَعَلِّمُوهُمْ ، وَأَلْطِفُوهُمْ ، وَوَسِّعُوا لَهُمْ فِي الْمَجْلِسِ وَفَهِّمُوهُمُ الْحَدِيثَ "

Dan riwayat yang satu ini juga menjadi alasan, kenapa Azhar sangat menyukai para penuntut ilmu dari timur (asia)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " يَأْتِيكُمْ رِجَالٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ وَيَتَعَلَّمُونَ ، فَإِذَا جَاءُوكُمْ , فَاسْتَوْصُوا بِهِمْ خَيْرًا " . قَالَ : فَكَانَ أَبُو سَعِيدٍ إِذَا رَآنَا ، قَالَ : مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

Satu hal, bahwa kebangkitan Islam tidak lah bangkit dari negeri arab. Ia datang dari luar arab. Dan beberapa ulama Azhar yang saya temui, sangat yakin bahwa kebangkitan Islam datang dari Asia Tenggara.

Pertanyaannya : Sanggupkah para penuntut ilmu dari Indonesia mewujudkan harapan tersebut ?

Korban

Kita sama2 saling berusaha untuk tidak saling menyakiti, saling tidak menghasilkan korban dalam perjuangan.

Perjuangan macam apa itu yang tidak ingin adanya korban ?

Tuesday, June 14, 2016

Ngigau tentang PII

14 Juni 2016, 21.42 Wib

PII organisasi besar, tetapi sulit untuk membesarkan diri. Hari ini, jangankan komisariat, tingkat pengurus daerah PII saja tidak begitu mapan.

Pertanyaan besar buat kader PII yang masih di struktural, tampilan PII mau di produksi dimana ? Masing-masing eselon kepengurusan tidak sepakat soal apa dan bagaimana serta level mana yang akan menjadi tampilan PII.

Sejujurnya, bagi saya, tampilan PII ada di level grassroot, yakni kader PII di level bawah. Apakah itu PK atau PD. Di level ini, tampilan PII adalah tampilan yang ikhlas. Tampilnya adalah karena kontribusi nyata ke masyarakat.

Jika masing2 eselon pengen 'nampang', 'show up', maka ketidaksepakatan model dan ketidaksinkronan style akan membuat tampilan PII absurd.

Lemahnya PII dalam membesarkan organisasi semakin diperparah oleh basis informasi dan komunikasi antara eselon yang tidak berjalan lancar, sehingga ini
sangat melemahkan aktivitas pembinaan dan pengembangan PII ke tingkat bawah dan proses evaluasi ke tingkat atas. Silahkan cek seberapa kuat arus informasi dari level PB ke PW ke PD dan ke PK.

Skill yang semestinya ditekankan di PII adalah skill group bukannya skill personal. Benar bahwa para penggiat PII seharusnya memiliki kualitas yang teruji tetapi haruslah seiring dengan tingkat manajerial kelompok dalam mengorganisasi aktivitas.

Betapa sering terjadi improvisasi personal yang keluar dari koordinasi
teamnya, bahkan terkadang keutuhan team diacak- acak oleh 'ulah brutal' personalianya. Keutuhan organisasi akan sangat bergantung dari kualitas anggotanya yang juga harus menyadari betul makna pencapaian tujuan oleh kekuatan kelompok.