Melangkah

5:11 PM



Apa yang akan dilakukan jika semua yang kita lakukan menjadi masalah bagi sekitar kita ? Problem bagi orang2 yang berinteraksi langsung dengan kita ?

Rasulullah saw pernah merasakan hal yang sama. Sekian tahun ia berdakwah, beraktifitas di makkah, tanah kelahirannya. Berinteraksi dengan orang2 di sana. Namun apa daya, dirinya adalah masalah bagi orang2.

Allah pun menyuruhnya untuk hijrah, pindah ke yatsrib. Di sana ada orang2 baru yang tidak menganggapnya masalah. Ada orang2 yang membuatnya bisa melaksanakan tugas sosialnya. 

Jangan kira hijrahnya itu tanpa beban. Selain kisah beliau dikejar2 oleh kafir quraisy, Rasulullah juga berurai air mata meninggalkan makkah. Bagaimana tidak ? Di tanah itu ia dilahirkan, dibesarkan, beraktifitas membangun diri dan masyarakat sejak remaja, sampai akhirnya dipilih Allah sebagai utusanNya. 

Rasulullah akhirnya hijrah, karena Allah menjanjikan bahwa suatu saat Allah akan mengembalikannya ke sana, ke makkah, dalam suasana yg berbeda.

***

Tanpa berhasrat menyamakan diri dengan manusia yg paling saya cintai itu, saya merasakan masalah yg secara prinsip sama. Berada di lingkungan dimana setiap apa yang saya lakukan adalah masalah bagi orang lain. Saya merasa bahwa saya adalah problem, sehingga jalan satu2nya adalah hijrah. Saya harus pindah. Pindah ke suasana baru, tempat yang baru, hati yang baru, dan jiwa yang baru.

Langkah awal sudah saya mulai. Akun bbm dan fb sudah saya off. Saya harap hijrah saya tidak menjadi masalah baru. Biarlah nomor telepon saya yg untuk sementara bertahan. 

Di dunia nyata, ada beberapa kerja yg harus segera saya selesaikan. 

Saya cuma berharap, suatu saat Allah mengembalikan saya ke tempat itu, ke orang2 yang turut mengajarkan saya.

Ciao... Maaf atas segala kesalahan

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images