Nostalgia jadul mengasyikkan

8:10 PM

Iseng-iseng googling,konsultasi dengan Mbah google dan Sharing dengan prof.google hehehe sama aja yah..saya menemukan berita lama tentang profil saya yang kalo ga' salah pernah dimuat di Padang Ekspress (salah satu surat kabar terbesar di Sumbar)..ni berita udah lama juga sih ga tau persisnya kapan dan dimana wawancaranya hehehe...tapi dalam rangka nostalgia dan bukan untuk narsis (meskipun ada dikit hehehe) saya posting ni beritanya

Ciri kesuksesan adalah ketika kita menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain” berawal dengan motto yang sangat simple ini menjadi semangat tersendiri bagi zami untuk menciptakan perubahan terutama pada dirinya sendiri agar lebih memperhatikan lagi lingkungan dan teman-temannya.sehingga dia semakin menyadari akan perlunya saling memberi.dan ia berpendapat semakin banyak kita memberi akan semakin banyak kita menerima.



Pelajar kelahiran Padang,13 agustus 1989 ini berasal dari keluarga yang cukup sederhana.dan sejak kecil dia memang telah terbiasa mandiri.karena setelah tamat SD ia telah berpisah dari orang tua dan keluarganya untuk melanjutkan pendidikan di MTI(madrasah tarbiyah islamiyah) candung,salah satu pesantren yang berlokasi di candung kabupaten agam.



Siswa yang satu ini kalau hanya dilihat sekilas saja memang agak kelihatan seperti seorang yang agak preman atau pelajar yang tidak begitu pintar,tapi itulah zami dia tidak terlalu mementingkan penampilan,tidak mengherankan bila orang yang pertama kali bertemu dengannya akan merasa kalau zami sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya,dia kelihatan begitu cuek dan asyik dengan urusannya sendiri.



Untuk bisa menjadi orang yang produktif agar bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi orang lain dan dapat memberikan kontribusi pemikirannya demi perkembangan bangsa dan Negara ini, zami memilih untuk ikut berkecimpung di dunia organisasi. zami berpendapat bahwa organisasi merupakan wadah bagi para pelajar atau siapapun yang ingin melatih diri kearah yang lebih baik dan juga sebagai wadah untuk bisa membaginya dengan orang lain,dan pada zaman seperti ini negara kita sangat membutuhkan organisasi karena melalui organisasi kita bisa menciptakan dan melatih kreatifitas siswa dan untuk mengaktualisikan nilai-nilai yang telah didapatkannya selama masa belajar disekolah" ujar cowok yang berbintang leo ini.



Sekarang pelajar dari MTI-candung ini sedang menjabat sebagai ketua pengurus daerah PII(pelajar islam Indonesia) Bukittinggi-Agam,salah satu organisasi pelajar di Indonesia.dan dalam program rancangan kerjanya kedepan ia bertekad bersama teman-temannya untuk mencapai kesempurnaan agama,pendidikan dan social budaya bagi bangsa tercinta ini khususnya bagi daerah Bukittinggi-Agam. ia ingin menjadikan organisasi sebagai jalan untuk berdakwah dan juga wadah penyaluran bakat dan minat generasi penerus bangsa,sehingga menciptakan generasi yang cerdas secara iptek dan imtaq.



sebagai seorang aktivis zami pun bukanlah orang yang hanya pintar dibidang organisasi, dia mengatakan kalau sekolah tetap menjadi prioritas utamanyanya ”karna memang dari awal saya disuruh orang tua untuk sekolah” ujarnya sambil tersenyum, dia tidak pernah mengenyampingkan urusan sekolah, sehingga disekolahnya pun zami menjadi murid terbaik dan bisa dikatakan bintang sekolah,dan tidak jarang zami di ambil sebagai utusan sekolahnya untuk mengikuti lomba luar sekolah,bahkan tahun ini zami telah meraih beberapa juara antar sekolah, salah satunya juara II MQK tingkat sumbar. Walaupun dalam waktu yang sibuk dan jadwal yang padat ia selalu menyempatkan diri untuk mengulang pelajarannya, dan ia mengatakan “orang yang hebat adalah orang yang tak tidak pernah mengatakan saya sangat sibuk” dan ia menekankan kalau organisasi tidak pernah mengganggu urusan sekolah apalagi membuat sibuk sehingga melupakan tugas awal,itu cuma mitos yang beredar dimasyarakat, bahkan katanya terlalu banyak masyarakat kita menyi-nyiakan waktu yang ada dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti nonton tv, ngobrol-ngobrol dan sebagainya.



Untuk itu zami berharap pada seluruh pelajar agar bisa mempergunakan waktunya sebaik mungkin karena waktu itu bagaikan anak panah sekali saja anda melepasnya maka ia takkan berbalik lagi, dan “sedetik saja anda menunda kesempatan anda maka bersiaplah untuk kehilangan hal yang lebih besar lagi”ujarnya dengan yakin.. (zulkariman)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images