Bunga untuk Ibu

11:58 AM

Salah seorang sahabat di Twitter me-reply twit saya mengenai perbedaan “Kembang” dan “Bunga”. Begini bunyi balasannya “u have2get direct experience bout flower,eh?Give flower2some1 who u love(ex:Mom),u'll know.She'll call it "bunga" or "kembang".Menarik, dari apa yang saya pahami dari reply tersebut , ‘kembang’ dan ‘bunga’ memiliki perbedaan rasa dalam penyebutannya.Dan terus terang , ia benar tentang saya yang –never get a direct experience about flower-.Dan kayaknya ide tentang “Give flower to someone who you love” bisa dipraktekkan tuh ^_^.Lumayan buat pengalaman.

Tentang bunga dan pengalamannya, saya ingin share sebuah kisah yang lumayan menyentuh saya.Semoga bermanfaat.Jangan lupa cendolnya gan *upsss kayak bikin trit di kaskus aja

***

Pagi itu seorang pria bergegas berjalan keluar dari kampusnya.Ia kelihatan tergesa-gesa sekali seolah ada hal penting sedang diburunya.Ia terus mempercepat ayunan langkah kakinya, lalu mulai menyusuri jalan hingga akhirnya berhenti di sebuah toko bunga di dekat stasiun.Hari ini adalah hari ulang tahun ibunya dan ia ingin untuk mempersembahkan rangkaian bunga mawar segar untuk ibunya di kampung yang kebetulan sangat menyukai bunga.Sudah lebih dari 2 tahun ia tak berjumpa dengan ibunya.Kesibukan di kampus dan kerjanya membuat ia tak memiliki waktu untuk bertemu ibunya.

Namun di depan toko , ia melihat seorang wanita yang memandangi rangkaian bunga di etalase dengan pandangan yang lesu putus asa.Matanya terlihat berkaca-kaca seolah sedang menahan tangisannya. Pria itu lalu mendekati wanita tersebut.Ternyata wanita itu adalah adik tingkatnya di kuliah.Pria itu lalu memberanikan diri bertanya “ada apa dengan mu ? kenapa dengan bunga itu ?”

“Saya ingin sekali membeli salah satu rangkaian bunga itu untuk ibu saya , Kak” jawabnya pelan , “Seumur hidup , saya belum pernah memberikan bunga seindah itu untuk ibu saya”.

“Kenapa kamu tidak beli saja ? bunga yang ini bagus kok” ujar pria itu sambil turut memperhatikan salah satu rangkaian bunga yang terpajang.

“Uang saya tidak cukup”

Sang pria berpikir sejenak.Ia hanya punya uang yang cukup untuk membelikan satu rangkaian bunga saja buat hari ulang tahun ibunya.Namun ia tak tega melihat tatapan sayu wanita itu ketika melihat rangkaian bunga tersebut.Setelah perdebatan panjang terjadi dalam hatinya , ia pun mengikhlaskan uang miliknya untuk wanita tersebut.Pikirnya wanita tersebut memiliki keinginan yang lebih kuat darinya untuk memberikan rangkaian bunga itu buat ibunya.”Mungkin saya akan coba meminjam ke teman kuliah nanti” ujar pria itu dalam hati.

Pria itu lalu berkata kepada si wanita sambil tersenyum “Ya sudah , kamu pilih saja salah satu bunga yang paling bagus , biar saya yang membayarnya”

Akhirnya , wanita tersebut masuk ke toko bunga dan memilih salah satu rangkaian bunga mawar yang indah di etalase.Lalu ditemani pria itu ,ia berjalan ke kasir membayar bunga tersebut.Pria itu lalu menawarkan dirinya untuk menemani si wanita mengantarkan bunga untuk ibunya “Yah paling tidak saya akan melihat ekspressi kecintaan seorang anak pada ibunya yang saat ini juga saya rasakan” ucapnya pada wanita itu.

Si wanita lalu berjalan menuju terminal di sebelah stasiun lalu menaiki sebuah angkot ditemani pria tersebut.Angkot pun berjalan hingga wanita itu menyuruh supir angkot berhenti di tempat yang dituju.Hati pria itu terperanjat ketika wanita tersebut mengajaknya memasuki sebuah kompleks pemakaman.

Mereka berdua lalu berjalan menyusuri nisan demi nisan hingga wanita itu berhenti di depan nisan ibunya.Lalu perlahan-lahan ia letakkan rangkaian bunga itu di dekat batu nisan.Air matanya lalu menitik kembali.Inilah pertama kalinya ia bisa memberikan bunga untuk ibunya.Seorang anak yang memang belum pernah melihat wanita itu sebelumnya , karena nyawanya harus terenggut saat melahirkan dirinya.

Melihat kejadian itu , setelah mengantarkan wanita itu pulang ke rumahnya , pria tersebut lalu membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bunga untuk ibunya.Ia lalu bergegas menuju rumah temannya , ia pinjam uang temannya sekedar ongkos untuk pulang ke kampungnya.Siang itu ia langsung pulang ke kampungnya untuk melihat wajah ibunya yang begitu ia rindukan selama ini.Ia datang kepada ibunya lalu bersujud di telapak kakinya, lalu ia peluk erat tubuh ibunya dan hati lembutnya.

***

If tomorrow never comes ...Will she know how much I loved her,..

Lagu yang populer dinyanyikan oleh Ronan keating ini memiliki sindiran yang dalam .Seandainya kita tidak bisa lagi melihat hari esok , akan banyak hal yang ingin kita lakukan hari ini.Dan bagi saya , termasuk dalam daftar utama pekerjaan yang harus saya lakukan hari ini , sebuah ucapan sederhana dari hati yang ikhlas untuk ibu saya tercinta “Aku mencintaimu Ibu”.

Jangan tunda lagi untuk mengungkapkan rasa cinta buat mereka yang pantas kita cintai , sebab kita tak pernah tahu apakah masih ada kesempatan di kemudian hari.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images