(Tak) Sendiri itu Indah

2:35 PM

Ada yang pernah mendengar sebuah lagu kacaw berjudul "Jangan Takut" yang dibawakan oleh sebuah grup band mahasiswa "The Panas Dalam" ?. Dalam beberapa baitnya , band ini menyebutkan ketakutan-ketakutan 'tak penting' yang sering dialami manusia.Dengan bait syair yang rada nyeleneh , lagu tersebut ditutup dengan seuntai kata 'yang mesti kita takuti adalah dibenci dan dijauhi teman.Sepi hidup sendiri'.

***

Ada sebuah episode menarik dari serial anime 'Detektif Conan".Saya sudah agak lupa episode keberapa , namun yang jelas dalam episode tersebut ada seorang anak perempuan kecil yang selalu ketakutan ketika melewati sebuah rumah besar yang memiliki anjing yang selalu menyalak.Hampir setiap melewati jalan tersebut, anak kecil itu menangis, menggigil ketakutan lalu lari pontang-panting.Mungkin ada perasaan trauma yang menghantui anak perempuan kecil itu dengan anjing.Entah karena pernah dikejar atau digigit , atau mungkin melihat kejadian mengerikan yang berhubungan dengan anjing.Sayangnya , hanya jalan tersebut yang bisa ia gunakan menuju sekolah atau rumah teman-temannya sehingga ia tidak punya pilihan lain.

Hingga suatu hari , seorang bocah laki-laki gendut secara tak sengaja melewati daerah itu dan melihatnya sedang menggigil ketakutan.Laki-laki bocah itu pun mendekatinya dan menemaninya mengobrol untuk menghilangkan ketakutan terhadap anjing tersebut.Rasa takut memang tidak sepenuhnya hilang , namun karena ditemani bocah laki-laki itu -yang ternyata juga takut dengan anjing- perasaan takut pun berkurang sedikit demi sedikit.Sejak saat itu hampir setiap pergi dan pulang sekolah , bocah laki-laki dan perempuan itu bersama-sama melewati rumah besar dengan anjing menyalak tersebut.Karena selalu berdua , rasa takut itu pun mulai mereda sedikit demi sedikit.

Saya sendiri pernah mempunyai pengalaman yang hampir mirip dengan kisah diatas saat saya masih kecil.Ceritanya , ada sebuah rumah yang terletak di tepi pekuburan yang dihuni oleh seorang pemuda misterius.Orang-orang sekitar mengenal pemuda itu sedikit gila dan suka menganggangu.Naasnya, rumah tersebut terletak di antara sekolah dan rumah saya , sehingga mau tak mau saya harus melewatinya setiap pergi dan pulang sekolah.Saya yang sudah takut duluan , harus berlari pontang-panting setiap melewati rumah tersebut.Takut kalau-kalau pemuda itu nongol lalu menangkap dan menculik saya ^_^.Kalau saya lagi memakai sepeda, sekitar sepuluh meter sebelum rumah tersebut saya pasti akan mempercepat kayuhan agar melewati rumah itu secepat dan sesegera mungkin.Hingga suatu hari , saya menemukan teman akrab yang punya perasaan sama , sama-sama takut dikejar orang gila.Rasa takut ini pun perlahan mulai mereda karena merasa aman berdua dengan teman tersebut.Bahkan kami pernah menyambangi rumah tersebut, hal yang mungkin tidak akan saya atau dia lakukan dalam keadaan sendirian.

***

Berada dalam kesedihan akan terasa sangat berat ketika harus menjalaninya sendirian.Merasakan lara sendiri , seolah sepanjang hati berwarna kelabu.Dingin menusuk ke ulu hati.Namun ketika kita menemukan seseorang yang mau menyediakan bahunya untuk bersandar , maka perlahan rasa sedih itu pun mulai berkurang karena terbagi dengan si pemilik bahu.Ketika menangis tersedu , lalu ada yang datang mengusap bulir-bulir air mata yang keluar dengan jari atau punggung tangannya.Maka tak lama kemudian , buliran air mata itu berganti dengan embun yang teduh dan sejuk membuat segalanya indah.

Mungkin bukan hanya perasaan takut dan sedih.Bahkan saat-saat bahagia kita pun akan terasa hambar jikalau hanya dinikmati sendiri.Bayangkan saat kita mendapatkan juara atau meraih nilai kelulusan yang memuaskan , namun hanya dinikmati sendiri.Terasa ada yang kurang.

Atau saat kita ulang tahun.Sebagian kita kerap menunggu telepon atau sekedar SMS dari keluarga dan sahabat yang mengucapkan " selamat ulang tahun " buat kita.Bayangkan jikalau sampai larut malamnya tiada satupun yang mengucapkan selamat kepada kita , mungkin akan muncul tanya "Kemana semua orang ? atau Lupa ya kalau hari ini saya ulang tahun ?".

Ketika kita merasa senang dan bahagia gara-gara mendapat rezki yang tak disangka-sangka , atau lamarannya diterima calon istri , mendapatkan bonus di kantor , dibelikan hadiah oleh orang tua , memenangkan pertandingan misalnya , kita akan mencoba mencari orang lain , apakah itu orang tua ,keluarga atau teman untuk meluapkan rasa gembira yang sedang kita rasakan.Bahkan kita terkadang memerlukan orang yang mendengar luapan teriakan histeris perayaan kesenangan itu.Andai tak seorang pun yang peduli dengan kegembiraan kita , atau tak ada satupun yang menanggapi bahkan menyadari betapa bahagianya kita saat itu , lalu membiarkan kita tersenyum-senyum dan berteriak kegirangan sendirian , terasa ada seuatu yang kurang dalam kebahagiaan itu

***

Sebagai makhluk sosial , kita memang selalu memerlukan orang lain baik dalam keadaan takut , sedih , kecewa , senang dan bahagia.Kita selalu mengharapkan orang lain yang mau berlari saat ketakutan , menggigil bersama saat kedinginan , menangis bersama dalam kesedihan , dan juga tertawa bersama saat merayakan kemenangan dan kebahagiaan.

Namun yang harus disadari adalah bahwa jika kita tak ingin sendirian dalam suasana-suasana tersebut , maka sahabat kita pun demikian.Sahabat kita juga memerlukan orang yang ada dengannya saat dia takut , sedih , menangis dan tentunya saat merayakan kebahagiaannya.Jadi sapalah Sahabat yang sudah lama tak disapa , hubungilah sahabat yang sudah lama tak dihubungi, temuilah mereka lalu ucapkanlah maaf dan terima kasih karena sudah ada untuk kita.Bisa jadi saat itu ia sedang merasakan kesepian , kegundahan , kesedihan atau kebahagiaan namun tidak menemukan orang untuk berbagi.Datanglah padanya lalu katakan "Sahabat , saya ada untukmu..."

Hal paling menakutkan dalam hidup adalah berada dalam kesendirian, dan kesulitan terbesar dalam hidup yakni ketika kita tak memiliki seseorang pun untuk berbagi. (Bayu Gawtama - penulis , life sharer)

Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan

Bila Ku Mulai Lelah

Lelah Dan Tak Bersinar

Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan

Bila Ku Ingin Terbang?

Terbang Meninggalkanmu

(Sahabat sejati - Sheila on 7)

*muhasabah 10 September...semoga lisan ini tak lagi menyakiti .. pandangan ini tak lagi membuat nyeri .. diri ini tak lagi menancapkan perih...maafkan saya Sahabat..atas semua salah dan khilaf selama ini... kalaulah tanpa maaf itu, sungguh saya akan merasa sendiri...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images