Cara Alam Menghibur Kita

10:54 AM

Alam ini adalah taman hiburan yang luar biasa.Gejolak alam , perubahan sosial dan bahkan gejala fluktuatif sikap orang-orang disekitar kita ,bisa kita maknai dan dikonvert menjadi sebuah hiburan sederhana namun ampuh untuk mengurangi perasaan negatif dalam diri.Kita mungkin pernah mengalami , saat kita lupa membawa payung , tiba-tiba diguyur hujan deras hingga seluruh tubuh dan apa yang melekat pada badan kita menjadi basah dan membuat kita tidak nyaman.Namun ketika kita siap sedia dengan jas hujan , payung , bahkan update info ramalan cuaca , justru panas dan terik yang datang membakar sekujur tubuh.

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu , jalanan malah macet.Namun saat kita ingin berkendaraan dengan tenang dan nyaman , justru pengendara lain membunyikan klakson berulang-ulang agar kita mempercepat laju kendaraan.

Atau bagi para pecinta , yang selama ini selalu dikejar dan dielu-elukan oleh wanita di sekitarnya , malah harus mengigit jari karena ditolak oleh wanita impiannya.Justru ia yang tidak berusaha apa-apa yang malah mendapatkan wanita yang begitu sempurna di matanya.

Atau kasus klasik yang sering dialami oleh mahasiswa dan pelajar.Ketika sudah sibuk belajar ,habis-habisan membaca buku hingga mengorbankan waktu bermain , malah harus kecewa saat sang guru atau dosen tidak datang dan ujiannya ditunda.Namun saat tidak belajar sama sekali , quiz pagi mendadak pun menghampiri.

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Yah sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah

Pojok Kanan

*saya yang masih belum bisa tersenyum

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images