Diam dan Menjauh itu bukanlah tanda benci

4:04 PM

" sayang ka anak di lacuik,sayang ka kampuang ba tinggakan "  Tanda sayang ke Anak adalah dengan memukulnya, tanda sayang ke Kampung halaman adalah dengan meninggalkannya

Pepatah ini sangat bahaya kalau dipahami secara literal, seolah-olah ada legalisasi memukul anak dsbg. Aslinya pepatah ini mengajarkan kepada orang tua untuk tidak memanjakan anaknya. "Sayang ka anak, dilacuik" mengajarkan orang tua bahwa seorang anak mesti diberitahukan hak dan kewajibannya terhadap agama dan masyarakat, yang konsekuensinya adalah mendapat punishment ketika berbuat kesalahan. Namun punish tersebut bukanlah tanda kebencian tapi sebagai bukti sayang.

Seperti itu pula "sayang ka kampuang batinggakan" hal ini ditujukan agar para orang tua jangan ragu untuk melepas anaknya merantau dengan harapan nantinya ia bisa pulang dan membangung kampung halaman. Konsekuensi logisnya adalah si Anak pun mesti bersungguh-sungguh selama di rantau, mencari bekal buat kampung halaman nanti, dan dalam jangka waktu yang telah ditentukan harus kembali pulang untuk membangun negeri.

***
Diam dan menjauh itu bukanlah tanda benci. Ia lebih sering menjadi tanda sayang yang tak terkatakan (True Story

You Might Also Like

1 komentar

  1. kesimpulannya kita harus mikir positif sebelum berprasangka buruk...

    ReplyDelete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images