Optimislah Wahai Remaja

9:08 PM

Salah seorang teman bertanya, bagaimana caranya lepas dari dosa. Ia sudah bertaubat dari dosanya, namun selang beberapa waktu kemudian dosa tersebut kembali menghampiri. Ia pun menyesal dan bertaubat lagi namun selang beberapa waktu dosa tersebut kembali menghampiri.

Habib Ali Al-Jufri pernah ditanya tentang ini, dan beliau menjawab "Ujian yang sering melanda kaum remaja seperti ini (yang berdosa lalu menyesal lalu berdosa lagi lalu menyesal lagi) bukti bahwa didalam hatinya ada cahaya iman. Ini bukti yang jelas bahwa dia mencintai Allah, dan ketika seseorang mencintai Allah ketahuilah bahwa Allah pun lebih cinta kepadanya."

Demi Allah, kalau Allah tidak cinta lagi kepada hambanya, maka Ia tidak akan campakkan satu tetes pun rasa kesedihan kedalam hati hambanya akibat dosa yang ia perbuat. Seseorang yang dibenci Allah, tidak akan lagi memiliki kesadaran bahwa ia telah melakukan kesalahan, bahwa ia telah berdosa. Ia tidak akan lagi merasa bahwa ia telah lalai kepada Allah.

Adanya rasa sesal ini adalah bukti bahwa dalam hatinya ada cahaya Iman. Namun cahaya iman ini butuh untuk dijaga agar jangan sampai ia padam. Diantara yang memadamkan cahaya iman ini adalah tekad yang kuat untuk berbuat dosa dan maksiyat. Maksiyat itu sendiri sudah merupakan hal yang berbahaya, namun yang lebih bahaya dari itu adalah adanya tekad dalam hati untuk melakukan dan terus menerus berada dalam maksiyat.

Seseorang yang terus menerus berada dalam maksiyat akan merasa menganggap remeh setiap dosa dan maksiyat yang ia perbuat. Ini Bahaya. Ini bahaya, karena hal ini tanda bahwa cahaya iman dalam hati sudah meredup dan mulai hilang.

Hal kedua yang dapat menghilangkan cahaya iman dalam hati adalah terus menerus berada dalam maksiyat namun putus asa dari rahmat Allah. Ada orang yang sering berkata " Ah tiada gunanya saya bertaubat, minta ampun sama Allah, toh saya sudah terlalu sering memperbuat maksiyat ini. Saya sudah sering kali bertaubat tapi tetap saja dosa ini saya kerjakan ". Ini bahaya. Bukti bahwa kita putus asa dari rahmat Allah padahal RahmatNya begitu luas. Rasulullah bersabda "Tidaklah digelari seseorang yang terus menerus berbuat maksiyat dari golongan orang-orang yang senantiasa beristighfar meminta ampun kepada Allah, walaupun ia mengulang maksiyatnya 70 kali". Kalau syetan saja tidak putus asa untuk memasukkan kita kedalam neraka, kenapa lantas kita putus asa untuk masuk sorga ?

Oleh karena itu, tatkala syetan menguasai diri kita lalu menggelincirkan kita kedalam dosa, segeralah minta Ampun kepada Allah, Shalat dua raka'at, dan dalam sujud mengadulah kepada Allah selama apapun dan sebanyak apapun. Kadukanlah semua keluh kesah kepada Allah. Minta Ampunlah atas seluruh dosa kepada Allah dan kuatkan tekad bahwa kita tidak akan mengulangnya lagi, serta mintalah kepada Allah agar diberi ke-istiqomah-an berada dalam lindunganNya. Insya Allah seluruh dosa kita akan diampuni. Karena orang yang bertaubat dari dosa sama seperti orang yang tidak berdosa sama sekali

Nah, setelah bertaubat ada langkah-langkah strategis agar kita jauh dari maksiyat terutama dari maksiyat yang seringkali kita kerjakan. Kita harus mulai mengambil sikap terutama terhadap hal-hal yang sering kali menggelincirkan kita kepada Maksiyat. Misalnya kalau maksiyat yang muncul dari kita sering kali disebabkan oleh pergaulan, maka tinggalkan lingkungan itu. Bukan karena kita sombong namun lebih agar kita bisa menjaga diri.

Selain itu, coba lakukan perintah-perintah dalam Islam yang sering kita lalaikan. Misalnya shalat sunnat, membaca al-qur'an, bersedekah dan berlama-lama di masjid. Lakukan hal ini setahap demi setahap. Lalu jangan lupa, prilaku-prilaku kita yang kurang sesuai dengan Islam, coba perlahan diubah. Berjuanglah ! berusahalah demi kebaikan dirimu. Karena perjuangan ini akan dipandu oleh Allah sesuai janjinya dalam Al-Qur'an " Siapa yang berjuang keras dalam mencari petunjuk kami, sungguh pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami ". Allah telah berjanji bahwa siapa yang mendekatkan diri dan berjuang kepadaNya, Allah sendiri yang akan menunjukkan jalannya.

Dan jika nanti kita jatuh lagi kedalam perbuatan dosa, kedalam maksiyat, kembali lah bertaubat lagi kepada Allah. Kembalilah menyesal atas perbuatan dosa tersebut kepada Allah.

Insya Allah, dosa-dosa tersebut akan diampuni oleh Allah dan akan diberikan ganjaran berupa pahala karena kita telah berjuang di jalanNya. Tapi ada satu syarat yaitu bahwa kita tidak menjadikan perkara taubat ini hal yang main-main ! Ketika kita misalnya mau mengerjakan dosa lalu tiba keinsyafan diri bahwa hal tersebut adalah dosa, namun kita bermain-main dan berkata "Ah maksiyat saja dulu baru entar taubat". Nah Ini namanya main-main. Ini namanya memperolok-olokkan Allah. Namun kalau kita berjuang sekuat tenaga untuk menjauhi dan mengalahkan maksiyat tersebut, namun kita kalah dan jatuh kedalam maksiyat tersebut, maka kembalilah kepada Allah. Allah sangat senang melihat hambanya yang berdosa lalu meminta ampun dan kembali kepadaNya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ia mendengar RAsulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda :  Sesungguhnya jika seorang hamba berbuat dosa. Lalu berkata " Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah berbuat dosa, maka ampunilah dosaku" maka Allah lalu berkata tentangnya " Sesungguhnya hambaku ini tahu bahwa ia mempunyai Tuhan tempat ia meminta ampun atas dosa dan yang akan mengazab dia atas dosa tersebut " maka Allah lalu mengampuni dosanya. Dan hamba tersebut akan berada dalam kondisi yang dikehendaki Allah. Lalu hamba tersebut kembali berbuat dosa yang lain dan kembali mengadu " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berdosa kembali dengan dosa yang lain, maka ampunilah dosaku ", Allah kembali berkata : Sesungguhnya hambaku ini tahu bahwa ia mempunyai Tuhan tempat ia meminta ampun atas dosa dan yang akan mengazab dia atas dosa tersebut " maka Allah lalu mengampuni dosanya. Dan hamba tersebut akan berada dalam kondisi yang dikehendaki Allah. Lalu hamba tersebut kembali berbuat dosa yang lain dan kembali mengadu " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berdosa kembali dengan dosa yang lain, maka ampunilah dosaku ", Allah kembali berkata : Sesungguhnya hambaku ini tahu bahwa ia mempunyai Tuhan tempat ia meminta ampun atas dosa dan yang akan mengazab dia atas dosa tersebut " Allah lalu berkata "Aku telah mengampuni dosa Hambaku. Maka berbuatlah apa yang ia suka (Bahwa tiap kali berdosa lalu minta ampun, Allah pasti akan mengampuni) [H.R.Bukhori Muslim]


Jadi, selalu ada tempat kembali bukan ? maka OPTIMISLAH !

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images