Tingkatan Gelar Dosen di Mesir

5:56 PM

Beberapa waktu, saya sering iseng melihat gelar para dosen serta gelar para pembuat diktat di kampus saya. Bagi saya ini menarik mengingat gelar tersebut dituliskan dengan bahasa arab. Diantara yang saya temukan misalnya : مدرس مساعد, مدرس , أستاذ مشارك dan أستاذ. Nah keisengan saya kali ini, saya mencoba menafsirkan gelar-gelar ini kepada istilah yang saya pahami dari istilah dosen di indonesia.

Pertama, معيد. Di Wikipedia, gelar ini didefenisikan dengan “setiap orang yang diperbantukan oleh akademik untuk mengajar dan/atau melakukan penelitian. Orang tersebut harus berstatus mahasiswa dengan sedang menyelesaikan tahap akhir dari pendidikan pasca sarjananya (artinya sedang merampungkan tesis atau disertasi)”. Dengan defenisi seperti ini, di Indonesia agak mirip dengan asisten dosen yang tugasnya menggantikan dosen untuk mengajar di diploma dan sarjana.

Kedua, مدرس مساعد. Kata pak Wiki, gelar ini adalah “Gelar yang diberikan pada seseorang yang diperbantukan oleh akademik untuk mengajar dan/atau melakukan penelitian. Statusnya harus telah menyelesaikan magisternya dan telah berpengalaman menjadi معيد”. Di Indonesia, mirip dengan asisten ahli.

Ketiga, مدرس. Gelar ini biasanya diberikan kepada dosen penuh yang telah menyelesaikan pendidikan S3 nya. Kepadanya diberikan gelar Doktor (didalam bahasa arab, dikenal dengan simbol د/). Di Indonesia, sama fungsinya dengan dosen yang telah menempuh doktoral. Mereka bisa membimbing tesis atau bahkan disertasi.

Keempat, أستاذ مشارك. Di Indonesia, gelar ini mirip dengan associate professor atau lektor kepala, yaitu mereka yang telah banyak memberikan kontribusi di bidang tertentu serta telah banyak mempublikasikan karya ilmiahnya baik dalam bentuk buku, jurnal dan lain-lain. Pemegang gelar ini juga sering menjadi pengawas/pembimbing tesis dan disertasi.

Kelima, أستاذ. Di Mesir, gelar ini setingkat dengan professor penuh alias guru besar kalau di Indonesia. Pemegangnya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan yang biasanya berupa: telah lebih dari 5 tahun memegang gelar أستاذ مشارك, kontribusi yang luar biasa di bidang yang ia tekuni, publikasi karya ilmiah dan lain-lain. Pemegang gelar أستاذ  ini biasanya dipromosikan untuk menduduki jabatan penting di universitas, mulai dari dekan (عميد كلية), ketua jurusan (رئيس قسم) sampai bisa menjadi rektor (رئيس جامعي).

Selain gelar resmi ini, di Mesir juga ada gelar tertentu yang diberikan pada mereka yang tidak duduk di bangku pendidikan resmi, namun memiliki kontribusi luar biasa terkhususnya di bidang agama. Mereka diberikan gelar الشيخ / Syekh. Gelar ini biasanya diberikan secara kultural kepada seseorang yang sedari kecil aktif menimba ilmu secara langsung pada guru dan tidak lewat jenjang pendidikan. Walaupun mereka tidak mengecap bangku sekolah, namun keilmuan mereka tidak perlu diragukan. Bahkan seringkali kapasitas keilmuan mereka mengalahkan kapasitas ilmu para doktor atau bahkan profesor.

Di Al-Azhar sendiri, dahulu gelar syekh diberikan kepada para mahasiswa yang berhasil lulus pada ujian Syahadah al-Alimiyah, yang konon kabarnya untuk lulus tes ini mesti memiliki keilmuan yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari kapasitas keilmuan seorang lulusan S3 / Doktoral. Sayangnya, sejak sistem klasifikasi strata sarjana diberlakukan, sistem syahadah al-Alimiyah ini dihapus (yang kadang disesali oleh para sesepuh dan tetua azhar karena dianggap menurunkan kualitas lulusan azhar).

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images