Beberapa Kesalahan dalam Berlogika yang sering kita temukan (Bagian 1)

7:47 PM

1.Category Logic Error

Kesalahan berlogika akibat salah menerapkan kategori.

Contoh:
Banyak sarjana beranggapan bahwa Dra adalah gelar sarjana untuk wanita. Padahal, gelar dibuat tidak berdasarkan jenis kelamin, melainkan berdasar jenis ilmu pengetahuan. Misalnya, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH),dll.

2.Usage Logic Error

Kesalahan penggunaan sesuatu (gelar sarjana) yang tidak pada tempatnya.

Contoh:
Banyak undangan pernikahan yang mencantumkan gelar sarjana calon pengantinnya. Padahal gelar sarjana harus digunakan untuk kegiatan yang ada hubungannya dengan kegiatan ilmiah atau profesi. Pernikahan bukanlah kegiatan ilmiah maupun profesi.

3.Degree Logic Error

Kesalahan berlogika di dalam pemakaian gelar sarjana.

Contoh:
Sesudah lulus S-1, lantas meneruskan ke jenjang S-2. Lantas, gelar S-1 dan S-2 nya dipakai semua. Padahal, gelar S-2 merupakan kelanjutan dari S-1. Seharusnya, S-2 saja yang dipakai. Ibaratnya di militer, kalau dari Letkol ya Kol (Kol-nya saja yang dipakai) dan bukan LetkolKol.

4.Knowledge Logic Error

Kesalahan berlogika karena hal yang dibicarakan belum diketahuinya.

Contoh:
Seorang sarjana mengatakan, untuk apa belajar logika, toh semua orang bisa berlogika. Yang benar, logika dan ilmu logika itu berbeda. Logika, semua orang bisa. Tetapi, ilmu logika adalah sebuah ilmu yang harus dipelajari.Tidak semua orang belajar ilmu logika. Tidak semua orang mengerti ilmu logika.

5.Profession Logic Error

Kesalahan berlogika karena tidak memahami profesi seseorang.

Contoh:
Si A adalah seorang kritikus. Hampir tiap hari menulis kritik di koran. Lantas ada orang mengatakan bahwa Si A itu bisanya cuma mengritik.Ya, di negara manapun yang namanya kritikus tugasnya ya mengritik. Yang namanya penyiar radio tugasnya ya bicara saja. Yang namanya ustadz kerjanya ya berceramah saja.

6.Ability Logic Error

Kesalahan berlogika karena tidak berdasarkan kemampuan diri sendiri.

Contoh:
Pemerintah akan menambah PNS baru sebanyak 300.000 orang. Padahal, untuk membayar gaji PNS (yang sudah dinaikkan), pemerintah utang ke Jepang. Menggaji PNS yang ada saja tidak mampu, kok akan menambah 300.000 PNS baru.

7.Written Logic Error

Kesalahan berloka hanya berdasarkan pada tulisan.

Contoh:
Ketika Si A menulis surat pembaca berjudul :”SBY Sang Demokrat Sejati”, maka orang mengira penulis tersebut pendukung SBY. Lain kali, Si A menulis surat pembaca berjudul “Akhirnya SBY Ingkar Janji”, orang menilai Si A anti-SBY,pro-Mega atau berasal dari partai gurem. Padahal Si A adalah penulis independen.

8.Because Logic Error

Kesalahan berlogika karena tidak melihat penyebabnya.

Contoh:
Si A adalah anggota sebuah milis. Tiba-tiba dia menerima e-mail yang isinya mendeskreditkan atau mencaci maki . Si A pun membalas. Anehnya, moderator milis justru mengeluarkan Si A dari keanggautaan milis. Sedangkan Si-B yang merupakan penyebabnya tidak dikenakan sanksi apa-apa.

9.End Logic Error

Kesalahan berlogika karena hanya mengatakan hasil akhirnya saja.

Contoh:

Sebuah partai politik meng-klaim bahwa harga BBM turun tiga kali (75%). Padahal, sebelumnya telah dinaikkan tiga kali (naik 333.33%). Jadi, status sebenarnya masih naik 333,33%-75% = 258,33%. Namun yang digembar-gemborkan cuma yang turun tiga kali.

10 Dislike Logic Error

Kesalahan berlogika karena menganggap semua pendapat orang yang tidak disukainya adalah salah.

Contoh:
Si A tidak suka dengan Si B. Apapun yang ditulis atau dikatakan Si-B adalah merupakan tulisan atau ucapan yang salah.

Bersambung...

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images