Catatan Ramah Tamah dan Dialog terkait perkembangan Mesir terkini (Balai Budaya KBRi , 28 Juli 2011)

3:31 AM

Hari kamis kemaren (28 Juli 2011) , KBRI Kairo Mengundang wakil dari beberapa organisasi Mahasiswa yang ada di Mesir dalam acara ramah tamah dan makan siang bersama.Dalam acara ini juga, diadakan bincang-bincang dan sharing mengenai perkembangan terbaru Mesir paska tsauroh.Ada beberapa poin penting yang jadi pembicaraan dalam acara tersebut.Untuk itu saya post-kan beberapa poin dari acara tersebut.Semoga sedikit resume ini bermanfaat buat semua.

  • Kondisi Mesir Paska Tsauroh

Revolusi 25 Januari 2011 yang berhasil menumbangkan rezim Husni Mubarak setelah sekian lama berkuasa (>30 tahun) membawa beberapa dampak.Ada dampak positif yang terjadi seperti mulai adanya kebebasan di tengah masyarakat dalam beraspirasi setelah sekian lama terkekang , namun banyak juga dampak negatif yang dirasakan.Sebagai negara yang baru saja ber-revolusi , Mesir dan rakyatnya tentu saja memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.Ada beberapa aspek yang mesti segera di benahi.Terutama adalah rekonstruksi beberapa aset yang hancur dan hilang akibat revolusi.

Ongkos dari Revolusi ini memang mahal adanya.Seperti yang diungkapkan Bapak M.Abdullah (Minister Conselour dan Kepala Satgas Perlindungan dan Keamanan WN Indonesia di Mesir) income Mesir menurun drastis.Situasi ini kemudian diperburuk dengan terpuruknya sektor Pariwisata yang selama ini menjadi pemasukan kedua terbesar di Mesir setelah gas alam.Kondisi ini membuat kehidupan ekonomi semakin parah.Harga-Harga barang dan sembako naik yang membuat rakyat semakin tercekik.Apalagi ditambah dengan situasi politik timur tengah yang masih memburuk dan belum stabil.Hal ini bisa kita saksikan dengan melihat nilai tukar Pound Mesir yang rendah akhir-akhir ini.Tingkat sensitifitas rakyat Mesir terhadap Bantuan Asing yang bisa menjadi salah satu opsi solusi percepatan recovery dan pemulihan ekonomi pun menjadi kendala.

Disisi lain , Paska Revolusi terjadi lonjakan pengangguran yang dahsyat.Hal ini kebanyakan dialami oleh beberapa perusahaan dan lembaga yang selama ini “dekat” dengan rezim Mubarak.Ketakutan menjadi sasaran pelampiasan emosi rakyat ditambah dengan hancurnya lembaga tersebut karena efek domino turunnya Mubarak , tak pelak membuat beberapa pekerjanya memilih “kabur” dan mundur dari lembaga dan perusahaan tersebut.

Dari sektor keamanan , seperti yang dikemukakan oleh Bapak Burhanuddin Badruzzaman (Wakil kepala perwakilan KBRI Kairo) terjadi penurunan kapasitas pengamanan sampai pada titik 30%,artinya ada sekitar 70% kekuatan pengamanan yang hilang paska revolusi.Hal ini ditambah dengan turunnya jumlah personel kepolisian yang ada.Kondisi ini terjadi mengingat sektor kepolisian adalah sektor yang menjadi “musuh” dan sangat ditakuti masyarakat selama ini, sehingga ketika revolusi terjadi ,sektor inilah (beserta beberapa instansi dibawah Kementerian Dalam Negeri Mesir) yang paling banyak disasar oleh para pendemo.

Kapasitas kemampuan pengamanan yang 30% ini kemudian semakin diperburuk dengan realitas hilangnya wibawa para polisi sebagai penegak keamanan.Kalau sebelum revolusi,terlihat aparat kepolisian begitu jumawa sehingga penyebutan namanya saja sudah cukup membuat orang mesir keder,namun hari ini kondisi terbalik terjadi.Aparat kepolisian terlihat tidak cukup kuat untuk menegakkan keamanan.Kondisi ini menambah daftar penyebab naiknya tingkat kriminalitas di tengah masyarakat.Bahkan lebih parah karena sasaran para kriminil bukan lagi WN Asing namun juga menyasar ke WN Mesir sendiri.Ini tentu saja ditambah dengan masih berkeliarannya buronan kelas kakap yang kabur saat revolusi kemaren.

  • Imbas ke WN Asing

Kondisi Mesir yang semakin panas ini , dengan masih tidak stabilnya ekonomi yang ditandai dengan tingginya harga barang ditambah dengan lemahnya aparat penegak keamanan dan meningkatnya kriminalitas , setidaknya memberi catatan dan “warning” tersendiri bagi kita selaku Perantau Indonesia disini.Paling tidak harus ada kesadaran dini bahwa “Mesir tidak lagi seperti dulu”.Mesir hari ini bisa menjadi masalah buat kita kalau kita masih bertahan dengan sikap cuek dan acuh tak acuh seperti yang sering kita temukan selama ini.

Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas , kita tentu saja harus merubah sikap.Kalau dulu kita masih bisa berleha-leha menggunakan gadget mahal seperti handphone di tempat yang menarik perhatian,hari ini –dengan status ekonomi rakyat yang “gawat” , kriminal tinggi , dan aparat pengamanan lemah- tentu saja harus kita ubah.Kalau dulu kita masih bebas berkeliaran tengah malam sendirian, hari ini tentu harus kita pikir-pikir ulang.Potensi-potensi kriminal ada disetiap saat dan tempat.Oleh karena itu, berhati-hati , waspada dan tidak melakukan perbuatan yang mengundang niat kejahatan adalah hal yang mesti kita lakukan.Mengingat bahwa sejatinya, keamanan adalah tanggung jawab sendiri.

Sikap sadar diri dan segera menyesuaikan diri dengan kondisi Mesir yang “Baru” paska revolusi – yang masih dalam kondisi tidak stabil dan tingkat keamanan lemah- adalah sebuah keniscayaan.

  • Beberapa himbauan dan catatan

1.Setiap kita (WN Indonesia di Mesir) diharapkan menerapkan standar pengamanan diri,baik diluar rumah maupun di rumah.Seperti

  • Mematuhi peraturan yang berlaku di Mesir
  • Memperbaharui Paspor dan Izin tinggal (visa)
  • Tidak memamerkan (memperlihatkan) perhiasan dan Handphone di depan umum
  • Jangan membukakan pintu dan memasukkan orang yang tidak dikenal
  • Perkokoh kunci pintu rumah dan jendela serta pasang lampu
  • Hindari tempat-tempat rawan (terutama di malam hari)
  • Menjaga hubungan baik dengan orang sekitar khususnya para tetangga
  • Mengamankan barang-barang vital kalau sedang keluar rumah (seperti meletakkan uang pada tempat-tempat khusus atau dalam kitab , menitipkan Laptop ke teman , dsbg)
  • Diharapkan untuk tidak sendirian jika keluar rumah di malam hari
  • Untuk acara yang melibatkan akhwat diharapkan mempunyai limit waktu yang tidak terlalu malam (dan kalau perlu diantar pulang)
  • Sediakan pengamanan standar saat berjalan keluar (terutama di malam hari) seperti menyiapkan semprotan air cabe dll
  • Bersikap biasa-biasa saja, jangan memperlihatkan tingkah yang dapat menarik perhatian kriminil untuk berbuat kejahatan

2.Rencana Ronda

Kemaren,Ketua DKKM (saudara Amrizal Batubara) kembali mengajukan opsi ronda per zona dengan posko-posko yang telah ditetapkan.Sekedar tambahan untuk teknis ronda, ada beberapa hal yang penting seperti :

  • Melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi rawan dan rumah-rumah yang rawan
  • Identifikasi rumah terutama ; rumah orang yang bekeluarga , rumah-rumah wanita , rumah ardhiyah
  • Sosialisasi teknis ronda dengan kekeluargaan
  • Kegiatan ronda jangan sampai mencolok dan menimbulkan perhatian dari Orang Mesir sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru (kondisi ini –ronda- bisa juga dilakukan dengan cara bertamu ke rumah-rumah yang dianggap rawan)

3.Langkah-langkah paska Pertemuan

  • Akan ada sosialisasi dari KBRI ke tiap-tiap kekeluargaan (bagi kekeluargaan agar dibuatkan jadwalnya)
  • Bagi kekeluargaan, agar melakukan updating data anggota ( Alamat rumah dan Nomor kontak ) serta identifikasi anggotanya yang ; bekeluarga, wanita, dan rumah ardhiyah

Semoga Allah senantiasa memberikan keamanan buat kita, terlebih saat Bulan Ramadhan ini , dan semoga Mesir kembali cepat pulih sehingga menjadi Sorga bagi para penuntut ilmu dengan keamanan,ketenangan dan kemudahannya.Amin

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images