Kertas

7:11 PM

Hembusan angin pantai menerpa wajahnya.Laki-laki muda itu kembali duduk termenung di bawah pohon kelapa yang nyiurnya melambai menyerbak kenangan.Rambutnya yang gondrong bergerak gelombang layaknya ombak yang menghempas karang.Wajahnya sendu.Ada guratan kepedihan terpahat disana.Namun jelas tampak ia berusaha tegar.

Perlahan ia keluarkan secarik kertas lusuh dan ponsel dari saku tas pinggangnya.Ia pandangi kertas itu dalam-dalam.Ekspresi wajah nya terlihat pasrah walau matanya tetap saja berusaha mencari bayangan si pengirim kertas.Tidak banyak kata yang terangkai dalam kertas berhiasan hati itu , hanya beberapa baris kalimat yang dulu sempat membuat air matanya membuncah keluar.Tulisan sederhana yang disampaikan oleh orang yang ia cintai ,

" Kanda ... ada satu rahasia yang ingin adik sampaikan.Tentang satu rasa yang menghantam keras hati adik selama ini.Rasa itu adalah rasa yang selalu kanda ajarkan lewat setiap tutur kata , yang kanda berikan dalam alunan tingkah laku.Rasa kagum yang dulu selalu adik ungkapkan dengan rengekan , telah berubah menjadi rasa cinta yang kemudian adik simpan rapat-rapat.Sayang keputusan kanda sudah bulat.Adik tahu , adik tidak akan bisa merobohkan tembok ketegasan prinsip yang kanda miliki .

"...Selamat jalan Kanda .Semoga Kebaikan selalu mengiringi hati kanda yang lembut penuh cinta.Berharap suatu saat nanti , takdir akan mempertemukan kita di tempat yang indah , dibawah RidloNya"

Pandangan laki-laki itu tiba-tiba kosong mengarah ke lautan.Campuran udara asin berpasir tak menggoyahkan tatapannya.Ingatannya terbang jauh meninggalkan tubuhnya yang mulai di terpa angin dan percikan air laut.Kadang ia menyesali , kenapa dulu ia tidak mengambil kesempatan itu.Kesempatan suci untuk membangun mahligai cinta bersama orang yang sangat ia sayangi.Dan kesempatan tidak akan datang dua kali.Kemaren , semua harapan dan cita itu lenyap , tiada berbekas , hanya meninggalkan selaksa sesal yang mengguncang pondasi-pondasi semangatnya.

Matanya lalu terpejam.Mulutnya bergerak-gerak seperti dukun yang sedang merapal mantra.Airmata perlahan jatuh melewati sela-sela tirus mukanya , membasahi kertas lusuh yang ia pegangi erat.Tak lama kemudian , sebaris senyum ia paksakan menghiasi mukanya yang basah.Ia berdiri dan berlari ke arah pantai .Sambil berteriak lantang, ia lemparkan kertas itu ke arah aliran ombak yang keras menghempas.Kertas itu perlahan hanyut dalam mainan gelombang.Membawanya ke suatu tempat yang tak pernah ia ketahui.Seperti hidup yang penuh misteri namun harus tetap dijalani...

***

Ia ceburkan diri ke dalam lautan , tersentak sejenak lalu bersyukur "Untung ponsel ku masih ketinggalan di bawah pohon..."

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images