Al-Arba'iniyyat

1:13 PM

Al-Arba'iniyyat adalah kitab-kitab hadits yang berisi 40 buah hadist.Ada beberapa alasan mengapa para ulama ahli Hadis mengumpulkan 40 Hadis dalam sebuah buku kumpulan tersendiri:

1- Harapan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapat berita gembira Rasulullah saw dalam Hadis-nya:

“Barang siapa di antara umatku yang menjaga 40 Hadis-ku, saya akan masukkan ia pada hari kiamat ke dalam orang-orang yang akan menerima syafa‘at-ku”.

Dalam riwayat yang lain disebutkan: ‘Barang siapa di antara umatku yang menjaga 40 Hadis-ku dan menjadikannya bagian dari urusan agamanya, pada hari kiamat kelak Allah swt akan mengelompokkannya ke dalam golongan para ulama dan ahli fikih.”

Di dalam riwayat yang lain pula, Rasulullah saw bersabda: “....kelak Allah swt akan membangkitkannya sebagai seorang yang berilmu(‘Alim) dan ahli fikih (Faqih).”

Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Abu ad-Darda`, Rasulullah saw bersabda: “......saya akan menjadi orang yang memberi syafa‘at dan sebagai saksi baginya nanti pada hari kiamat.”

Dalam riwayat yang lain pula, dari Ibnu Masud, Rasulullah saw bersabda: “......dikatakan, masuklah kamu ke surga dari pintu mana yang kamu suka.”

Di dalam riwayat yang lain juga, dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda: “.....ia dimasukkan kedalam golongan para ulama, dan dibangkitkan bersama para martir (syuhada`).”

Hadis yang membicarakan tentang penjagaan 40 Hadis ini diriwayatkan dari banyak jalur periwayatan, dan seluruhnya jalur-jalur itu memang lemah, tetapi tidak begitu buruk sehingga tercela. Seluruh ulama sepakat bahwa Hadis yang berkaitan dengan ini lemah (dhaif).

Imam as-Suyuthi telah meneliti seluruh jalur periwayatan Hadis ini dalam sebuah bagian (Juz) kumpulan Hadis dan memberinya nama “Juz-`u fi Thuruq Hadis: ‘Man Hafizha ‘Ala Ummati Arba‘ina Haditsan”.

2- Rasulullah saw berdoa kepada siapa saja yang mendengarkan Hadis-nya, menjaganya sesuai sebagaimana ia mendengarnya, lalu mengamalkannya.

Rasulullah saw bersabda: “Semoga Allah swt membahagiakan seseorang yang berkesempatan mendengarkan perkataan-perkataan saya, setelah itu ia menjaga perkataan-perkataan saya itu, dan mengamalkan isi-isinya. Berapa banyak orang yang menghapal perkataan-perkataan saya tetapi tidak begitu paham dengan isinya, dan berapa banyak orang (guru) yang mengajarkan perkataan-perkataan saya kepada orang (murid) yang kemudian ternyata lebih paham darinya.”

3- Mengikuti jejak ulama dahulu yang mengumpulkan 40 Hadis di dalam sebuah kumpulan Hadis khusus.

4- Sebagai jawaban permintaan para pencinta Hadis yang menginginkan agar dikumpulkannya Hadis dalam sebuah tema tertentu, dan untuk memudahkan para penghapal Hadis dalam menghapal dan memahaminya.

5- Memuliakan hitungan 40, sebagaimana yang terdapat dalam kitab dan sunnah,

sebagaimana yang diisyaratkan oleh syaikh Ali Qari pada pendahuluan isi bukunya yang berjudul “al-Mubin al-Mu‘in li Fahmi al-‘Arba‘in”2. Ia berkata:

“Segala puji bagi Allah swt yang telah menjadikan hitungan angka dan waktu sebagai pelajaran bagi manusia. Ia ciptakan langit dan bumi dalam hitungan angka dan waktu. Ia masak tanah Adam as dengan tangan-Nya selama 40 pagi pada tempat yang mulia. Ia menciptakan pertumbuhan penciptaa anak-anak Adam dalam nuthfah (setitik mani) selama 40 hari, kemudian dalam bentuk ‘alaqatan (segumpal darah) dalam 40 hari, kemudian dalam bentuk mudhghah (segumpal daging) selama 40 hari, setelah itu Allah swt ciptakan daging-daging yang menutupi tulang. Allah swt juga menjanjikan kepada Musa as waktu percakapan selama 40 malam. Allah swt juga mengangkat Nabi Muhammad saw setelah umur beliau genap 40 tahun, sebagaimana kebanyakan para Nabi diangkat sebagai Nabi pada usia sekian.”

Di Antara Kumpulan Buku al-Arba‘iniyyat yang Masyhur

(Dari kurun ke II hingga kurun ke XII Hijriah)

Sejumlah ulama ahli Hadis telah menerbitkan al-Arba‘iniyyat, yang tidak terhitung jumlahnya. Bahkan ada salah seorang ulama ahli Hadis yang menerbitkan al-Arba‘iniyyat melebihi seratus buku. Disebutkan pula bahwa ulama ahli Hadis yang menjadi kebanggan penduduk Syam, Muhammad bin Ali bin Ahmad, yang disebut dengan Ibnu Thulun ad-Dimasqi (w. 953 H.) telah menerbitkan al-Arba‘iniyyat lebih dari 360 buku.

Di bawah ini akan kami cantumkan sejumlah buku al-Arba‘iniyyat yang masyhur dikenal hingga kini, sesuai dengan tertib tempat dan tahun kewafatan penyusunnya.

Pertama: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat, terdiri dari hadis-hadis dalam tema yang berbeda-beda:

1- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi (w. 181 H.). Imam Nawawi berkata: “Sepengetahuan saya Imam Abdullah bin Mubarak adalah orang pertama yang menulis al-Arba‘iniyyat).

2- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Hafizh Abu al-Hasan Muhammad bin Aslam ath-Thusi (w. 242 H.). Ini adalah al-Arba‘iniyyat kedua dalam Hadis Nabi. Musy‘il bin Bani dan al-Jabru bin al-al-Muthiri telah mengedit ulang al-Arba‘iniyyat ini, diterbitkan oleh Dar Ibnu Hazm 1421 H.

3- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Hafizh Hasan bin Sufyan bin ‘Amir asy-Syaibani an-Naswi (w. 303 H.). Diedit ulang oleh Syaikh Muhammad bin Nashir al-‘Ajmi, diterbitkan oleh Dar al-Basya`ir al-Islamiyyah.

4- Kitab “al-Arba‘in Haditsan”, susunan Imam Abu Bakar al-Ajiri Muhammad bin al-Husain (w. 360 H.). Diedit ulang oleh Ali Hasan Ali ‘abd al-Hamid, diterbitkan oleh al-Maktab al-Islami 1409 H.

5- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abu al-Hasan ad-Daruquthni Ali bin Umar (w. 385 H.). Ja‘far al-Kattani menyebutkan kitab ini di dalam “ar-Risalah al-Mustathrafah”.

6- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abu Abdullah al-Hakim Muhammad bin Abdillah adh-Dhabi an-Nasaburi (w. 405 H.). Haji Khalifah menyebutkan kitab ini di dalam “Kasyfu azh-Zhunun”.

7- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abu Na‘im al-Ashfahani Ahmad bin Abdullah bin Ahmad (w. 430 H.). Ja‘far al-Kattani menyebutkan kitab ini di dalam ar-Risalah al-Mustathrafah”.

8- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abu Bakar al-Baihaqi Ahmad bin al-Husain (w. 358 H.). Penulis kitab ar-Risalah al-Mustathrafah menyebutkan kitab ini dalam kitabnya.

9- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Abu Ismail Syaikh al-Islam al-Harwi Abdullah bin Muhammad al-Anshari (w. 481 H.). Haji Khalifah menyebutkannya di dalam Kasfu azh-Zhunun.

10- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Hafizh al-Qasim bin al-Fadhl ats-Tsaqafi al-Ashbahani (w. 489 H.). Diedit ulang oleh Musy‘il bin Bani dan al-Jabru bin al-Muthiri, diterbitkan oleh Dar Ibnu Hazm 1412 H.

11- “Arba‘un Haditsan Mutanawwi‘atan bi al-Arba‘iniyyat”, susunan Hafizh Ibnu al-Abbar al-Balnasi (w. 658 H.). Disebutkan oleh penulis kitab adz-Dzail wa at-Takmilah 6/253.

12- Kitab “al-Arba‘in”, susunan Imam Hafizh Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi (w. 676 H.).

Seluruh ulama menerima dengan baik kitab Imam Nawawi ini. Bahkan sedemikan besarnya perhatian ulama terhadap kitab Imam Nawawi ini, sehingga para ulama tersebut menjadikan kitab Imam Nawawi ini sebagai kitab dasar dan sebagai kitab penting yang harus dihapal, dipahami dan dibahas oleh para pelajar.

Sejumlah ulama berusaha mengkaji kitab ini, karena di dalamnya tersimpan begitu banyak faedah dan di dalamnya tersimpan pula asas-asas agama Islam, dan juga karena kebersihan niat pengumpulnya dan keikhlasannya kepada Allah swt.

13- “Arba‘una Haditsan”, susunan Hafizh ‘abd al-Muhaimin al-Hadhrami (w. 747 H.). al-Lu`lu`i menulis di dalam kitab sejarahnya: “Ia seorang Imam dalam ilmu Hadis. Kekuatan hapalannya bisa dipertanggungjawabkan, ia mempunyai al-Arba‘iniyyat dalam Hadis.

14- Kitab “al-Arba‘un ash-Shahehah”, susunan Hafizh Yusuf as-Sarmari (w. 776 H.), berdiam di Damaskus. Lihat, “Dzail Thabqat al-Huffazh”, hal. 160.

15- “al-Arba‘un Haditsan fi al-Ushul wa al-Furu‘”, Allamah Ibnu ‘Ajibah (w. 1226 H.), disebutkan oleh penulis kitab “al-Yawaqit ats-Tsamaniyah”, hal. 70.

16- “Arba‘una Haditsan”, susunan Hafizh Muhammad bin Khalil al-Qawuqaji ath-Tharabilisi asy-Syami (w. 1305 H.). ‘abd al-Hay al-Kattani menyebutkannya di dalam “Fihris al-Faharis” dan berkata: “.....ia seorang ulama yang menjadi sandaran penduduk kota Syam pada awal kurun ini dan sandaran penduduk Syam, Mesir dan Hijaz pada saat ini,”, 2/105.

17- “an-Nafhat al-Muhammadiyyah fi al-Ahadits al-Arba‘in al-Ahmadiyyah”, susunan Allamah Abu al-Hadi ar-Rifa‘i al-Halbi (w. 1327 H.). Al-Kattani menyebutkannya di dalam “Fihris al-Faharis” 1/163 H.

18- Kitab “al-Arba‘in min Ahadits Sayyidi al-Mursalin”, susunan Allamah Yusuf an-Nabhani. Al-Kattani menyebutkannya di dalam “Fihris al-Faharis”, 2/140.

Kedua: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat, terdiri dari hadis-hadis yang berkaitan dengan isnad, hadis-hadis Musalsal, dan hadis-hadis al-‘Ali1:

A- Kitab kumpulan 40 Hadis Al-Arba‘iniyat, dari hadis-hadis yang berkaitan dengan isnad: (isnad adalah penisbatan Hadis kepada perawinya yang diriwayatkan dengan sanadnya. Sementara sanad adalah rantai persambungan perawi hingga sampai kepada teks Hadis yang diriwayatkankan –dalam hal ini- dari Rasulullah saw.):

19- “al-Arba‘un as-Siba‘iyyah”, susunan Hafizh Abu ar-Rabi‘ Sulaiman bin Musa al-Kala‘i al-Balnisi (w. 634 H.), dan ia adalah ulama penghapal Hadis terakhir al-Andalusia.

20- “al-Arba‘un as-Siba‘iyyah”, susunan Hafizh Abdurrahman bin Muhammad ad-Dibagh al-Qairuni (w. 699 H.)2

21- Kitab “al-Arba‘in al-Abdal at-Tisa‘iyyat li al-Bukhari wa al-Muslim”, susunan Hafizh Amirulmukminin ‘abd al-Mukmin bin Khalaf ad-Dimyathi (w. 706 H.).

Naskah kitab ini kini terdapat di Maktabah al-Khalidiyyah Baitulmaqdis di situ tertulis 688 H.

22- “al-Arba‘un at-Tisa‘iyah”, susunan al-Maidumi, diteliti oleh Hafiz al-‘Iraqi Abdurrahim bin al-Husain (w. 806 H.)

23- “Arba‘un ‘Asyariyah”, susunan Hafizh al-‘Iraqi (w. 806 H.).

24- “Al-Imtina‘ bi al-Arba‘in al-Mutabayinah bi Syarth as-Sima‘”, susunan Hafizh Ibnu Hajar al-‘Atsqalani (w. 852 H.), diriwayatkan oleh Hafizh ‘abd al-Hay al-Kattani dengan sanad yang disyaratkannya hingga sampai kepada Hafizh Ibnu Hajar. Di dalam kitab tersebut tertulis:

“Saya berkeinginan keras mengumpulkan sejumlah hadis-hadis saya yang bersanad tinggi (Sanad al-‘Ali) saja ke dalam al-Arba‘iniyyat. Hadis-hadis yang saya himpumkan itu hendaknya hadis-hadis yang saya dapatkan dengan cara mendengarkan saja (Thariqah as-Sima‘: guru membacakan dan murid mendengarkan), dan mengabaikan hadis-hadis yang saya dapatkan dengan perizinan (Thariqah al-Ijazat, baik secara lisan atau tertulis) atau hadis-hadis dari kumpulan Hadis guru saya yang diberikannya kepada saya (Thariqah at-Tanawul).

Dalam al-Arba‘iniyyat saya tersebut akan saya sertakan nama-nama perawinya agar menjadi jelas asal usul datangnya teks Hadis, dan menjadi jelas pula rantai persambungan perawinya hingga sampai kepada teks Hadis.

Maka saya mulai dengan Hadis Musalsal (Hadis yang seluruh perawinya meriwayatkan Hadis tersebut dengan cara yang sama), setelah itu dengan hadis-hadis yang saya dapatkan (dari Rasulullah saw) dengan perantara 10 orang perawi (Hadis al-‘Usyurah).

Metode lain saya pakai adalah saya mentertibkan hadis-hadis tersebut sesuai dengan urutan alfabet bahasa Arab yang 28 itu. Saya masukkan juga al-Arba‘iniyyat saya itu dua Hadis dari Ibnu Umar, Ubnu Abbas, Ibnu az-Zubair, Ibnu Amru bin al-Ash sehingga sempurnalah kumpulan saya itu dipenuhi dengan hadis-hadis terkenal dari para sahabat yang bernama Abdullah pada awal namanya (Hadis al-‘Abadalah).

Dalam kumpulan al-Arba‘iniyyat saya ini juga terdapat Hadis yang diriwayatkan Ibnu az-Zubair dengan bapaknya. Al-Arba‘iniyyat saya ini saya tutup dengan dua Hadis milik Aisyah. Karena saya ingin kumpulan saya ini agar diakhiri dengan sahabat yang paling banyak meriwayatkan Hadis.

Para sahabat yang banyak meriwayatkan Hadis adalah: Abu Hurairah. Hadis-hadisnya dalam kumpulan ini berdampingan dengan Hadis Abu Bakar. Selanjutnya Jabir pada huruf (Jim), Anas pada huruf (Alif). Selanjutnya pula Ibnu Abbas, dan Aisyah. Hadis-hadis keduanya tercantum pada akhir buku.

Dalam kumpulan ini ada sahabat periwayat Hadis yang mana gelarnya terkenal, tetapi dalam penetapan namanya terdapat perbedaan. Atau gelar dan namanya sama tidak terkenal. Atau gelarnya tidak terkenal dan penetapan atas namanya juga terdapat perbedaan. Dalam hal ini saya telah mengeluarkan sedikit energi tambahan untuk menjelaskan semuanya.

Kumpulan Hadis al-Arba‘iniyyat ini saya tutup dengan Hadis Abu Darda`, dan beberapa kata penutup. Perlu juga diketahui bahwa selesai mencantumkan Hadis saya berusaha menjelaskan dengan makna dan maksud serta hal-hal yang berkaitan dengan Hadis tersebut. Seperti misalnya dengan memberi nilai negatif (al-Jarhu) atau nilai positif (at-Ta‘dil) kepada para perawi hadis-hadis tersebut. Misal lainnya, jika terdapat cacat atau kekacauan dalam hadis-hadis tersebut, maka semampu saya saya terangkan semuanya.”1

25- “Al-Arba‘un al-Mutabayinah”, karanagn Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H.).

26- Kitab “al-Arba‘in al-‘Asyariyat”, susunan Allamah Burhanuddin al-Qalqasyandi (w. 922 H.). Al-Arba‘iniyyat dibawa oleh Saqin al-‘Ashimi, ulama ahli Hadis dari Pas dan Maghribi pada zamannya.2

27- “Al-Arba‘un bi Sanad Wahid Muttashil bi as-Sima‘”, berikut penelitian atas setiap Hadisnya, susunan Hafizh Ibnu Thulun (w. 953 H.)

28- “Al-Arba‘un al-Ahad ‘Asyariah al-Isnad”, susunan hafizh Ibnu Thulun (w. 953 H.).

29- “Al-Arba‘un al-Itsna ‘Asyariah al-Isnad bi as-Sima‘ al-Muttashil; Ma‘a al-Kalam ‘ala Ahaditsihima”, susunan Hafizh Ibnu Thlun (w. 953 H.).

B- Kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat dari Hadis-hadis al-‘Ali (Hadis dengan sanad tinggi artinya perawinya sedikit):

30- “Al-Arba‘un min al-Abdal al-‘Awali”, susunan Hafizh Ibnu Thulun (w. 953 H.).

31- “Al-Arba‘un min al-Muwafiqat al-‘Awali”, susunan Hafizh Ibnu Thulun (w. 953 H.).

C- Kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat dari Hadis-hadis al-Musalsal:

32- “AL-Arba‘un al-Musalsalat”, susunan Hafizh Ibnu Thulun (w. 953 H.).

33- “Sanad al-Arba‘in al-Ibriziyyah al-Musalsalah bi al-Asyraf”, susunan Allamah Quthubuddin an-Nahrawali (w. 990 H.).

Ketiga: Kitab-kitab Kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat; 40 Hadis dari sahabat, 40 Hadis dari guru, dan 40 Hadis dari penyusun kitab:

Ibnu Thulun terhitung sebagai ulama hadis yang paling banyak menyusun al-Arba‘iniyyat. 4 di antara al-Arba‘iniyyat-nya yang penting adalah:

34- “al-Arba‘un Haditsan ‘an Arba‘in Shahabiyan, Kullu Hadits minha Muntaqa min Arba‘in”.

35- “Al-Arba‘un al-Multaqithah min Arba‘in Masyayyikhah”.

36- “Al-Arba‘un al-Mukharajah min Mushannifat Arba‘in”.

37- “Al-Arba‘un ‘an Arba‘in Syaikhan min Masyayikh Masyayikhihim Muftatahah bi Tarajimihim Musytamilah ‘ala Arba‘ina Baban fi al-Fiqh fi ad-Din li Arba‘ina Shahabian.”.

38- Kitab “al-Arba‘un az-Zahirah fi al-Ahadits an-Nabawiyyah al-Fakhirah ‘an Arba‘in Syaikhan fi Arba‘ina Baban min Abwab al-‘Ilm Mukharrajah ‘an Arba‘in Mushannifan min Marwiyat Abi al-Hasan Ali bin al-Muqbir”, Hafizh ar-Radani menyebutkanya di dalam kitabnya yang bernama “Shilah”.

39- “Al-Arba‘un Haditsan ‘an Arba‘in Syaikhan min Arba‘in Baldah”, susunan Hafizh Ibnu Abi ash-Shaif al-Yamani az-Zabidi, Mekkah (w. 609 H.). Asy-Syarji menyebutkan kitab ini di dalam kitab “Thabqat al-Khawash”, hal. 141.

Keempat: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat, dari Hadis-hadis negeri:

40- “Al-Arba‘un al-Buldaniyah”, susunan Muhaddits Syam Hafizh Abu al-Qasim Ali bin Asakir (w. 751 H.). Kitab ini diriwayatkan oleh Hafizh ‘abd al-Hay al-Kattani dengan sanad yang disyaratkannya sampai kepada Qadhi Zakaria; dari Hafizh Ibu Hajar, dari Abu al-Hasan bin Abu al-Majd, dari Abu Hurairah bin adz-Dzahabi, dari Abu Muhammad al-Qasim bin al-Muzhaffar bin Asakir, dari Abu Muhammad Abdullah bin Umar bin Hammuyah, dari Qadhi Zakaria.1

Kitab ini telah terbit dengan editor Hafizh Muhammad Muthi‘, Dar al-Fikr, 1413 H.

41- “Al-Araba‘un al-Buldaniyah”, susunan Syaikh al-Hafizh Abu Thahir as-Silfi (w. 576 H.).

‘Abd al-Hay al-Kattani berkata: “Kitab ini sebuah kumpulan yang tidak terlalu tebal. Pada awalnya para ulama ahli Hadis banyak menyusun kitab hadis al-Arba‘iniyyat. Sehingga ada kira-kira 70 kumpulan hadis al-Arba‘iniyyat yang sampai ke tangannya.

Pada ketika itu, banyak pula teman-temannya yang memintanya agar menyusun pula kitab al-Arba‘iniyyat. Maka ia lakukan dengan mengeluarkan 40 Hadis dari kitab-kitab al-Arba‘iniyyat yang sampai kepadanya itu. Ia pilih 40 Hadis dari 40 guru-nya dari 40 kota. Ia mulakan dari Mekkah dan Madinah.

Setelah itu ia berkata, ‘Menyebutkan Mekkah dan Madinah pada awal sekali adalah karena Mekkah dan Madinah kota yang paling indah untuk disebutkan. Setelah Mekkah dan Madinah, kota-kota yang lain yang saya pilih atas dasar keteraturan yang saya sukai; dengan demikian akan menampakkan kepada sebuah keberagaman dan keluasan wilayahnya”.

Ia beri nama kitabnya itu dengan “al-Arba‘in al-Mustaghna bi Ta‘yini ma Fihi ‘an al-Mu‘in.

Setelah itu Syaikh Abu Thahir as-Silfi berkata tentang kitab kumpulannya itu: “Saya kira tidak akan ada ulama yang mampu menyusun kitab seperti ini. Karena hanya ulama yang banyak melakukan perjalanan menembus negeri demi negeri pada masa mudanya dalam pencaharian Hadis yang mampu melakukannya. Sama saja apakah negeri dekat atau jauh. Dalam pada itu ia mestilah tidak perduli dengan kemungkinan mati di negri orang. Ia juga semestinya tidak hirau dengan keluarga, harta, dan kampungnya demi pencaharian sebuah Hadis.”

Saya berkata (al-Kattani): Syaikh Abu Thahir as-Silfi ini dan Ibnu Asakir hidup sezaman. Tetapi saya kira setiap mereka tidak pernah bertemu.”2

42- “al-Arba‘un al-Halbiyah”, susunan Hafizh ‘abd al-Mukmin bin Khalaf ad-Dimyathi, (w. 706 H.).

43- “Al-arba‘un al-Mutabayinah al-Isnad al-Mukharrajah ‘ala ash-Shaheh min Hadits Ahli Bagdad”, susunan Hafizh ad-Dimyathi.

44- “Al-Arba‘un Haditsan al-Buldaniyah”, susunan Hafizh Abu ishaq bin al-Haj (w. 768 H.).

45- “Al-Arba‘un Buladaniyah”, susunan Hafizh al-‘Iraqi (w. 806 H.). Tetapi belum sempurna, tersisa empat negeri lagi. Hafizh Abu Hamid bin Zhahirah telah membaca kumpulan Hadis ini di hadapan Hafizh Iraqi.

46- “Al-Arba‘un al-Buldaniyah”, susunan Hafizh thulun (w. 953 H.).

47- “Al-Arba‘un min Marwiyat Arba‘in Qaryah”, susunan Hafizh Inu Thulun.

48- “Al-Arba‘un al-Makkiyah”, susunan Allamah Muhammad bin Ibrahim al-Mursyidi al-Makki.

Kelima: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat, dari hadis-hadis yang dikumpulkan dari sejumlah kitab kumpulan hadis:

Hafizh Ibnu Thulun mempunyai empat kumpulan dalam jenis ini:

49- “Al-Arb‘un al-Multaqithah min Arba‘im Masyayyikh.”

50- “Al-Arba‘un al-Mukharrajah min Mushannifat Arba‘in”.

51- “Al-Arba‘un al-Mustakhrajah min al-Muwaththa`”, riwayat Muhammad bin al-Hasan, sahabat Imam abu Hanifah.

52- “Al-Arba‘un Haditsan al-Muntaqat min Fadha`ili al-Quran”, susunan Hafizh al-Maqdasi.

53- “Arba‘un Hadits dari riwayat Malik dari Nafi‘ dari Ibnu Umar”, susunan Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi.

54- “Al-Arba‘un ath-Thayyibah al-Muntaqat min Sunan Ibni Majah”,

susunan Hafizh Muhammad bin Yusuf al-Barzali (w. 636 H.), dan ia adalah orang tua Syaikh Qasim al-Barzali –salah seorang ulama ahli Hadist.

Allamah al-Hakim ‘abd al-Lathif al-Baghdadi telah mengupas kitab ini, dan Allamah al-Maghribi Abdullah Kanun mengeditnya. Diterbitkan oleh Wazarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyyah di Maghribi 1979 M.

Keenam: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat Dalam Masalah Akidah:

55- “Al-Arba'un al-Ilahiyyah, susunan Hafizh Abu Said Shalahuddin Khalil bin Kikladi al-‘Ala`i (w. 761 H.).

56- Kitab “Al-Arba'in”, susunan Sulaiman bin Ibrahim al-‘Alwi al-Yamani (w. 825 H.). Muridnya Ibnu al-Wazir al-Yamani menyebutkannya di dalan “ar-Raudhah al-Basim”, 1/92, dan ia berkata: “Di dalamnya disebutkan Hadis-hadis ‘mimpi’”.

Ketujuh: Kitab-kitab kumpulan 40 al-Arba‘iniyyat, Hadis-hadis Qudsi.

57- “Al-Arba'un al-Qudsiyyah”, susunan Muhyiddin bin Ali bin al-‘Arabi (w. 638 H.).

58- “Al-Ahadits al-Qudsiyyah Al-Arba'iniyyin”, susunan Hafizh Ali al-Qari (w. 1014 H.). Diterbitkan di penerbitan ‘Ari Afandi di Istambul tahun 1324 H, sebagaimana pula diterbitkan di Halb tahun 1345 H.

Kedelapan: Kitab-kitab kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat, Dalam Ilmu Tashawwuf:

59- Kitab “Al-Arba'in ash-Shufiyah”, susunan as-Salmi. Diteliti oleh Hafizh as-Sakhawi (w. 902 H.).

Kesembilan: Kitab-kitab Kumpulan 40 Hadis al-Arba‘iniyyat Dalam Satu Tema yang Sama:

60- “Al-Arba'un ash-Shagri al-Mukharrajah fi Ahwal ‘Ibadillah Ta‘la wa Akhlaqihim”, susunan Imam Hafizh Abu Bakar Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi asy-Syafi‘i (w. 358 H.). Diterbitkan dengan editor Muhammad as-Sa‘id bin Basyuni Zaglul, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tahun 1407 H.

61- Kitab “Al-Arba'in fi Irsyad as-Sa`irin ila Manazil al-Muttaqin”, susunan Hafizh Abu al-Futuh Majduddin Muhammad bin Ali ath-Tha`i al-Hamdzani (w. 555 H.). Editor Dr. ‘abd as-Sattar Abu Ghuddah. Dar al-Basya`ir al-Islamiyyah, tahun 1420 H.

62- “Al-Arba'un al-Abdal”, susunan Hafizh Abu al-Qasim Ali bin al-Hasan bin Hibatullah bin Asakir (w. 571 H.). Naskah Hadis ini terdapat di Maktabah azh-Zhahirah, kotak 17, no. 199-215.

63- “Arba'un Haditsan fi al-Hadhdhi ‘ala al-Jihad,” susunan penyusun kitab ini. Diterbitkan di Dar al-Khulafa` li al-Kitab al-Islami –kuwait. Diedit oleh Ahmad al-Hulwani, dan diterbitkan di Dar al-Fikr.

64- “Al-Arba'un fi Ishtina‘ al-Ma‘ruf”, susunan Hafizh Zakiyuddin ‘abd al-‘Azhim bin ‘abd al-Qawi al-Mundziri, Mesir (w.656 H.). Kitab ini telah diedit olah Allamah al-Maghribi Muhammad bin Tawut ath-Thanji, diterbitkan oleh Wizarah al-Awqaf, Maghribi tahun 1962 M. Dikaji oleh Abdurahman bin Muhammad ats-tsa‘alabi (w. 875 H.).

65- “Al-Arba'un fi al-Jihad”,susunan Hafizh ‘abd al-Mukmin bin Khalaf ad-Dimyathi (w. 706 H.).

66- Kitab “Al-Arba'un fi A‘mal al-Muttaqin”, susunan Hafizh Shalahudin Khalil bin Kikladi al-‘Ala`i (w. 761 H.). ‘abd al-hay al-Kattani berkata tentang kitab susunan Hafizh Shalahuddin Khalil ini: “Kitab tersebut terbagi ke dalam 46 juz dan disebut “Al-Arba'un al-Kubra”.1

67- Kitab “Al-Arba'un al-Musnadah fi al-Khilafah wa al-Khulafa”, susunan Hafizh Muhammad bin Marzuq al-Akbar Abu Abdillah at-Tilmisani (w. 781 H.). Penyusun kitab “Nail al-Ibtihaj” menyebutkannya di dalam kitabnya hal. 667. Demikian juga penyusun kitab “Ta‘rif al-Khalqi”, 1/136.

68- “Al-Arba'un fi al-Jihad’, susunan Hafizh Waliyuddin al-‘Iraqi (w. 826 H.).

69- “Al-Arba'un fi ath-Thailasan”, susunan Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H.).

70- “Al-Arba'un fi al-Jihad”, susunan penyusun kitab ini.

71- “Al-Arba'un fi Fadha`ili Ali al-‘Abbas”, susunan penyusun kitab ini.

72- “Al-Arba'un fi al-Jihad”, susunan Hafizh Ibnu Hajar al-haitsami (w. 974 H.).

73- “Al-Arba'un Haditsan fi al-‘Adl”, susunan penyusun buku ini.

74- Kitab “Al-Arba'un Haditsan fi Tarki ash-Shalah wa Mani‘ az-Zakat wa al-Amru bi al-Ma‘ruf wa an-Nahyu ‘an al-Munkar wa al-Washiyyah bi al-Ibnu Jarir ath-Thabari”, susunan Hafizh an-Najmi al-Ghaithi (w. 984 H.), editor ‘Ala` ‘abd al-Wahhab Muhammad. Penerbit, dar al-Basya`ir al-Islamiyyah: 1408 H/1987 M.

75- Kitab “Al-Arba'in fi Jawami‘ al-Kalim”, susunan Imam ali al-Qari (w. 1014 H.). Naskah tulisan tangannya terdapat di di Madinah al-Munawwarah, al-Mahmudiyyah, kotak no. 2668, dan di al-Jami‘ah al-Islamiyyah 1589/6 dalam satu kertas.

Naskahnya juga terdapat di Istambul:

- Ra`is al-Kitab: 1146/53.

- As‘ad Afandi: 3525/6.

- Damad Ibrahim Pasya: 297/30.

- Haji Husni Pasya: 251/6.

76- “Arba'un Haditsan fi Fadha`ili al-Quran”, susunan penyusun kitab ini. Beberapa naskah tulisan tangannya terdapat di:

1- Al-Madinah al-Munawwarah: ‘Arif Hikmat 17/3, kotak no. 3.

2- Istambul: As‘ad Afandi 3524/3

3- Kairo: (pertama) 7/26 – 1/120.

4- Jerman barat: Berlin: 1525, Munich: 886.

77- “Raf‘u al-janah wa Khafdhu al-Janah bi Arba‘in Haditsan fi an-Nikah”, susunan penyusun sendiri. Sejumlah naskah tulisan tangannya terdapat di:

1- al-Madinah al-Munawwarah: ‘Arif Hikmat 82/28, kotak 4, no. 45-85.

2- Istambul: Humaidiyyah 388/21, no. 3.

3- Jerman Barat, Berlin 5593.

78- “Al-Arba'un Haditsan fi ar-Rahmah”, susunan Hafizh Murtadha az-Zubaidi al-Yamani (w. 1205 H.).

79- “Al-Arba'un fi Fadha`ili al-haj wa al-‘Umrah”, susunan Allamah Shiddiq Hasan Khan al-Qanuji.

80- “Arba'un Haditsan fi Tarki azh-Zhulm”, susunan Syaikh Muhammad Ibnu al-Jauhari al-Mishri. Dikaji oleh ‘Allamah Ibnu Abdi as-Salam an-Nashiri (w. 1239 H.)

dan masih banyak lagi yang lainnya seperti karangan Syekh Yasin Fadani yang MAsyhur " Al-Arba'una Haditsan min Arba'ina Syaikhan 'an Arbaina kitaban "

wallahu a'lam

dari berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images