Seperti cara Allah mencinta...

12:12 PM

Tulisan fiksi.Terinspirasi dari kitab kecil sarat makna karangan Allamah Syekh Ali Jum'ah "Haakimuu al-Hub" sebuah pelajaran cinta dari Kehidupan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam.Selamat menikmati.Semoga kehidupan kita tak pernah kosong dari rasa dan merasakan cinta Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang , yang begitu mencintai seluruh makhlukNYA.
***
Pagi ini cuaca cerah.Hembusan angin segar ditemani kicauan burung pipit begitu melegakan hati.Embun pagi yang menetes di sela-sela daun pun begitu indah terlihat.Hari minggu pagi,hari liburnya masyarakat indonesia dan beberapa negara besar dunia.Waktu yang tepat untuk beristirahat dari kebisingan dan rutinitas kerja yang begitu padat.Meskipun sebenarnya saya sendiri kurang terbiasa dengannya.Maklum , selama 7 tahun saya belajar di Pondok dan lebih dari 4 tahun saya kuliah di Mesir , hari minggu tetap saja menjadi hari yang sibuk dengan segala aktifitas.Kebijakan Pimpinan pondok dan (mungkin) kebiasaan di Mesir menjadikan hari libur bersama di Hari jum’at bukan Minggu.
Pagi ini saya lewatkan dengan aktifitas ringan.Mencuci motor , lalu mengantarkan istri ke pasar , menemaninya belanja lalu mengantarkannya lagi ke rumah.Sambil menunggu hidangan pagi tersedia , saya berjalan ke kebun , memetik beberapa sayuran segar yang ditanam disana.Lumayan, penghematan biaya saat suasana krisis ekonomi ini.
Kembali dari kebun , harum bau masakan begitu menggoda , sayang ternyata hidangan belum juga selesai dimasak oleh Istri tercinta.Saya lalu mengambil sepatu dan duduk diteras sambil menyemir sepatu itu.Ah memang , hidup sederhana tanpa banyak masalah yang menimpa adalah nikmat yang tiada terkira.
Tiba-tiba dari arah dapur, istri saya datang mendekat lalu bertanya “Uda, bolehkah adek bertanya sesuatu ?” .Sambil tersenyum saya menjawab “Silahkan dek”.
“Uda , kalau dipikir-pikir kenapa dulu uda memilih adek untuk dijadikan Istri ? Bukankah masih banyak perempuan yang lebih cantik dari adek ?” tanya istri saya dengan raut wajah yang cukup serius.Saya terdiam sejenak , lalu menyunggingkan senyum ke wajah istri dan kembali sibuk menyemir sepatu tanpa memberikan jawaban sepatah kata pun.
Merasa kurang puas karena tanyanya tak dijawab, istri saya lalu kembali bertanya “ Uda , kok pertanyaan adek tidak dijawab ? Jawab donk ! Adek pengen tahu jawabannya ”
Saya menghela nafas singkat.Iseng , saya lalu mengusapkan tangan saya yang belepotan semir hitam ke wajah istri.Tak ayal wajah yang cantik itu pun menjadi hitam karenanya.Istri saya tentu kaget lalu terdiam dengan raut muka kesal dan kecewa.Perlahan air matanya menitik dan tangisannya pun keluar.Ia lalu berjalan kembali ke dapur dan melanjutkan masakannya sembari sesekali mengusap air matanya dengan sapu tangan.
Dengan sigap , saya letakkan sepatu yang sedang disemir tadi.Lalu berjalan kearah dapur.Istri saya masih mengaduk-aduk masakan dengan air matanya yang terus mengalir.Saya datang mendekatinya lalu mematikan kompor , memegang tangannya kemudian membimbingnya ke tempat duduk.Ia duduk di kursi sementara saya bersimpuh di lantai.Kepalanya tertunduk , tidak mau menatap wajah saya.
“Dek” ucap saya dengan lembut , “Adek marah ya ? ” .Kepalanya masih tertunduk.Saya pegang tangannya layaknya seorang aktor di film-film yang hendak memakaikan cincin kepada kekasihnya.Menghela nafas panjang lalu berkata “Andai wajah Adek benar-benar hitam sehitam semir ini, Uda akan tetap mencintai Adek,” ujar saya singkat.Ia masih terdiam walau tangisnya sudah mulai mereda. Langit di wajahnya masih sedikit mendung, belum sepenuhnya cerah. Ia lalu menganggukkan kepalanya agak ke atas seolah sedang bertanya ”lalu?”
”Uda mencintai Adek bukan karena kecantikan Adek, bukan pula karena satu sisi apapun di tubuh Adek. Ingat, mungkin tiga puluh tahun lagi Adek tidak secantik hari ini. Kalau Uda hanya melihat kecantikan Adek, cinta uda akan berkurang seiring dengan berkurangnya kecantikan Adek”.
Perlahan sebaris senyum mulai mengambang di wajah istri saya.Ia menatap mata saya ,berusaha mencari celah kebohongan yang ada.Sadar bahwa ia tak menemukannya , ia lalu turun dari kursi nya dan duduk persis dihadapan saya.Tangannya yang penuh dengan bekas masakan tetap berpadu dengan tangan saya yang hitam kelam berlepotan semir.
“Jika adek ingin tahu apa yang membuat uda memilih ade menjadi pendamping hidup uda maka jawabannya adalah Allah.” Saya teruskan perkataan yang sempat terhenti tadi.”Allah lah yang memilihkan adek untuk jadi istri uda , jadi yang paling tahu sebabnya adalah Allah.” “Kalaupun adek cantik , cerdas , itu semua hanyalah pakaian luar yang sama sekali tak akan mengubah isi dalamnya.Semuanya hanyalah perhiasan yang tidak terlalu menunjukkan hakikat yang sebenarnya”.
“Allah lah yang menjatuhkan pilihan ke dalam hati uda, Allah juga yang menambahinya dengan rasa cinta kepada adek , maka tak pantas rasanya uda mencintai adek karena sebab-sebab yang bukan dilandasi karenaNYA” .
Istri saya tersipu , pipinya mulai merona kemerahan , namun saya tetap melanjutkan kata-kata yang seolah terkonsep rapi dalam hati, menunggu waktunya untuk disampaikan.”Cinta yang Allah jatuhkan dalam hati kita adalah anugerah yang luar biasa.Maka tugas kita adalah menjaga dan mengarahkan anugerah tersebut agar tetap berada dalam jalan yang di Ridloi-NYA “.
“Rasa cinta , sayang , kasih , marah , sedih , kecewa ,semuanya harus diletakkan dalam tatakan bertajuk karena Allah.Alasnya adalah Allah , karena Allah lah yang menciptakan semua rasa itu dan meletakkannya dalam hati kita”
Mata istri saya pun mulai berbinar.Tak sabar menunggu kelanjutan ceramah cinta dari suaminya.
“Dulu ketika Adam dikeluarkan dari Syorga , itu bukanlah karena Allah marah kepada Adam.Allah marah kepada sikap Adam yang telah melanggar aturan Allah.Bukti cinta Allah tidak pernah putus kepada Adam , Allah berikan kesempatan untuk bertaubat , sehingga Adam pun merasakan cinta serta mencintai lebih dalam kepada Allah “.
“Baginda Rasulullah mesti jadi yatim piatu dalam usia yang begitu muda.Itu adalah bukti cinta Allah yang kemudian mendidik baginda Rasulullah sehingga menjadi terkenal karena kemandirian dan kejujurannya saat usianya masih begitu belia.Cinta yang Allah jatuhkan pada Rasulullah begitu besar hingga Rasulullah mampu untuk menebar cinta itu kepada setiap umatnya.Kepada istrinya , anaknya , karib kerabatnya , sahabatnya , bahkan kepada musuhnya”
“Lalu lihat juga kisah Sahabat Bilal bin Rabah.Seorang mantan budak yang hitam kelam , namun ditinggikan derjatnya oleh Allah , hingga Rasulullah mendengar bunyi sandalnya di Syorga.Lihat Umar bin Khattab yang begitu keras kepala menentang Rasulullah , lalu dengan cinta yang Allah letakkan pada hatinya hingga beliau berubah menjadi orang yang begitu cinta kepada Rasulullah , membelanya di setiap saat dan tempat”
Episode Cinta Allah kepada MakhlukNYA , dipentaskan dengan sangat indah oleh Baginda Rasulullah.Ummatnya mencintanya bukan karena ia dari Suku Quraisy , bukan pula karena ia cucu pembesar Abdul Muttalib , tapi karena sifatnya yang mulia dan penuh cinta yang ia tebarkan kepada seluruh ummat manusia.
***
“Dek , Allah mencintai hambaNYA dalam bentuk apa saja.Ia bisa berbentuk rizki yang berlimpah , kasih sayang yang meruah , namun bisa juga dalam bentuk cobaan dan musibah.Yakinlah bahwa cintaNYA tak pernah putus kepada hambaNYA.Meski hambaNYA penuh dosa , tetap ia terima Taubatnya , tetap ia alirkan rezkinya.Inilah cinta dek.Cinta adalah rasa yang Allah titipkan dalam hati kita agar kita menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah bukti rasa cinta Allah kepada kita.Hingga tak layak diri kita untuk tidak membalas cinta ini sepenuhnya.”
“Allah tak pernah memilih cintaNYA lewat bagusnya penampilan kita,Allah tak pernah memilah memberikan cintaNYA antara si miskin dan si kaya.Allah berikan anugerah cinta ke dalam hati setiap makhluknya.Hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya hingga kita tidak membina dan mengarahkan cinta itu dalam aturanNYA yang juga penuh cinta”
Air mata istri saya kembali menetes , lalu ia ciumi tangan saya dengan penuh rasa cinta.Saya lalu berbisik pelan ke telinganya “Dek ,Cintai uda karena Allah , patuhi uda karena Allah , kecewa , marah dan tegurlah uda karena Allah.Cintai uda dengan cara menegur dan mengingatkan uda tatkala ada tingkah uda yang menyimpang dari aturanNYA.Begitu pula cara uda mencintai adek.Seperti cara Allah mencintai hambanya..."

***
“Uda mau makan sekarang ? “ tanya istri saya lembut.” Ia nih , kangen dengan masakan adek” jawab saya.
”loh kok kangen ? kan tiap hari yang masak kan adek ? “.”
“Yah begitulah , masakan adek bikin uda selalu kangen “
“ah gombal , tapi uda harus tunggu agak lama yah ?”
“Kenapa ???”
“Kan tadi kompornya uda matiin...”
“ Upsss...”
***
Allah meletakkan banyak rasa cinta ke dalam hati.Dan Allah juga yang suatu saat akan mencabutnya.Apapun dan kepada siapapun hati itu akan mencinta , senantiasalah berada dalam koridor Syari'at Allah dan Akhlak yang mulia.Seseorang yang mengexpresikan semua cintanya dengan tujuan untuk menggapai cinta Allah lah yang akan mendapatkan ketenangan dan manisnya cinta yang sebenarnya...Kita berhak mencintai apa saja , tapi dengan satu tujuan akhir , Allah.Hal yang naif kan kalau kita mengaku cinta karena Allah namun dalam pelaksanaannya melanggar syariat dan akhlak yang diturunkan Allah buat makhluknya dengan penuh cinta ?
*ketawa sendiri , ternyata saya juga bisa membuat tulisan ngawur ^_^

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images