Karena, Semua Wanita itu Cantik

12:53 AM

Beberapa waktu lalu, akun what’sapp saya didatangi salah seorang teman. Setelah sekian lama ngobrol, tiba-tiba dia bertanya “Eh, ada salam dari wanita cantik”. Saya kaget, kok tiba-tiba saja orang ini nanya yang beginian. Saya cuma bisa jawab “semua wanita itu cantik”, dan ia pun membalas dengan icon smiley nyengir.

Tentu saja, yang saya maksud cantik dalam konteks balasan diatas adalah fisik. Secara pandangan fisik, bagi saya wanita itu seluruhnya cantik (walau tetap, ibu saya lah yang paling cantik, maaf ya ^_^). Kenapa begitu ? izinkan saya menjawab pertanyaan ini lewat sebuah kisah yang katanya diriwayatkan dari kisah guru dan murid, Imam Malik bin Anas dan Imam Syafi’i Rahimahumallah.

***

Seperti biasa, majelis Imam Malik di Madinah adalah majelis besar yang dihadiri oleh sekian banyak penuntut ilmu. Ilmu hadits dan Fiqh adalah mata kuliah paling utama di majelis ini disamping tentu saja ada banyak ilmu lainnya. Diantara kebiasaan Imam Malik (dan juga ulama-ulama lainnya) di setiap majelis mereka adalah menyediakan waktu sekitar beberapa menit untuk menjawab pertanyaan dari para penanya tentang masalah atau fatwa hukum yang ingin mereka ketahui.

Suatu hari, salah seorang hadirin bertanya kepada Imam Malik tentang masalah talaq alias perceraian. Imam Malik waktu itu sedang ditemani murid terbaiknya, Imam Syafi’i. Sang penanya pun memulai pertanyaannya “Wahai Imam Malik, saya pernah melakukan talaq ta’liq (yaitu perceraian yang akan jatuh jika syarat yang ditetapkan terjadi) pada Istri saya, bahwa jika Istri saya tidak secantik rembulan, saya akan talaq ia satu kali. Dan saat ini, ternyata istri saya jelek dan tidak secantik rembulan. Apakah talaq saya jatuh ? apa yang harus saya lakukan ?”.

Imam Malik pun menjawab “Kalau memang kondisinya seperti itu, berarti talaqmu memang sudah jatuh pada Istrimu”.

Imam Syafi’i yang ketika itu berada di dekat Imam Malik tiba-tiba memohon izin untuk berkata “Wahai guruku, izinkan aku untuk berkata. Bukankah Allah telah menurunkan ayat “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk (Q.S.At-Tin : 4)” redaksinya ayat itu bukan “Sungguh Kami telah menciptakan Rembulan dalam sebaik-baik bentuk”.

Imam Malik pun tersadar dengan perkataan Imam Syafi’i, lalu berkata pada si penanya “Talaqmu pada istrimu tidaklah jatuh, ia masih tetap Istrimu”.

***

Jadi, seluruh manusia –termasuk wanita tentu saja- telah Allah ciptakan dalam bentuk dan rupa yang terbaik. Wanita itu cantik, dan pria itu ganteng, telah dijelaskan sendiri oleh Allah dalam Al-Qur’an. Bahkan, kecantikan wanita dan kegantengan pria itu melebihi indahnya rembulan (yang gendut, bulet, jerawatan lagi hehehe).

Sepakat dengan jawaban saya ?

NB : ini tentu saja dalam soal fisik. Namun dalam soal “Kemuliaan”, standarnya baru ketaqwaan. Jadi, perempuan cantik itu belum tentu mulia, karena kecantikan dimiliki oleh seluruh wanita, sedangkan kemuliaan hanya dimiliki oleh wanita yang bertaqwa.

Kejarlah kemuliaan, karena kalian semua cantik wahai para wanita.


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images