Pelindung sejati

10:01 AM

Pak Amin berjalan tergesa-gesa meninggalkan kantor Kecamatan Sukangarang.Wajahnya merah padam persis seperti orang yang sedang menahan marah.Peluhnya mengalir membasahi wajahnya bahkan hampir seluruh badannya.”Anak-anak itu pasti di Balai Pemuda” pikirnya dalam hati.Segera ia berjalan ke Arah utara kecamatan , menuju sebuah Balai Pemuda sederhana di Desa Air.

Dia mengutuk kenapa harus dia yang jadi sasaran kemarahan Bapak Camat baru yang katanya lulusan Universitas Termegah di Ibukota itu.Ceritanya siang itu , sebagai sekretaris Desa Air , ia akan bertemu dengan Camat Baru Kecamatan Sukangarang sekaligus untuk mengajukan proposal dana alokasi kegiatan kepemudaan di desanya.Ia sendiri sebenarnya sama sekali tidak ikut andil dalam pembuatan proposal tersebut.Tugasnya sebagai sekretaris desa hanyalah untuk mengajukan proposal itu ke Kecamatan untuk di-acc dan kemudian didisposisikan ke bagian keuangan agar dananya cair dan bisa langsung diberdayakan.

Awalnya , Sang Camat terlihat kagum dan gembira melihat proposal yang diajukan tersebut.Proposal tersebut lalu ia baca dengan teliti per halaman.Sesekali ia menganggukkan kepalanya seolah menyetujui apa yang ia baca.Namun tiba-tiba ekspresi sang Camat berubah ketika melihat struktur Ikatan Pemuda desa Kincir yang disertakan sebagai lampiran proposal tersebut.Namanya sama sekali tidak dicantumkan dalam struktur tersebut.Sebagai “orang Penting” di wilayah tersebut, kealfaan penulisan namanya beserta gelar jelas merupakan kesalahan yang tidak bisa ditoleransi.Ia lalu komplain keras ke Pak Amin.Pak Amin yang tidak tahu apa-apa pun menjadi korban kemarahan Bapak Camat tersebut.”Panggil yang bertanggung jawab atas proposal ini sekaligus Ketua Ikatan Pemuda Desa Kincir Sekarang juga...!!! Kalau tidak , dana untuk tahun ini dan tahun seterusnya tidak akan kami turunkan...!!!” perintah Pak Camat kepada Pak Amin.Pak Amin lalu keluar terbirit-birit.

***

20 Menit Kemudian, Pak Amin sudah kembali lagi di Kantor Kecamatan.Kali ini ia didamping Ujang –Ketua Ikatan Pemuda- dan Arif-si konseptor proposal.Dengan tenang , mereka bertiga memasuki ruangan Camat Sukangarang.Terlihat Pak Camat -dengan muka yang masih kelihatan kesal- duduk tenang di Kursi Mewahnya.Di depannya , diatas meja kerjanya , sebuah papan nama bertuliskan “Anifuddin SH,MM” terlihat jumawa menantang setiap tamu yang datang kesana.

Setelah menyuruh duduk tiga pasukan dari Desa Air ini , Pak Camat Sukangarang lalu mulai bicara “Begini lho dik , secara umum saya setuju dengan isi proposal dari Adik-adik pemuda Desa Air , namun ada sedikit yang saya kritik di bagian lampiran” Ujar Pak Camat, “Tentang struktur Organisasi Ikatan Pemuda Desa Air.Kenapa nama saya tidak disebutkan sebagai Pelindung ? padahal biasanya Pak Camat yang menjadi Pelindung setiap organisasi tingkat desa ini.”Lanjut Pak Camat.”Yang bikin saya tambah heran, kok yang ditulis menjadi pelindung malah Allah ? Saya minta agar nama Allah dihapus dari jabatan pelindung dan diganti dengan Nama saya sebagai Camat Sukangarang , jangan lupa dengan gelarnya juga“ Ucap Pak Camat mengakhiri.

Ujang dan Arif tersenyum tenang.Setelah menyeruput teh yang dihidangkan , Arif pun mulai bicara “Begini Pak, seandainya kami punya masalah di tengah malam dan saat itu bapak sedang tidur. Bersediakah jika kami menggedor-gedor rumah bapak, membangunkan bapak agar mau membantu kami menyelesaikan masalah?” tanya Arif pada Pak Camat.

“Wah nggak bisa dik, saya punya privasi,” begitu jawab sang Camat.

“Saat bapak sedang berada di luar kota atau di luar negeri dan kami memerlukan bapak untuk kesulitan yang kami hadapi. Mungkinkan bapak segera pulang untuk melihat keadaan kami?” tanya Arif Lagi.

“Itu juga tidak mungkin, urusan saya bukan cuma kalian,” tegas Pak Camat.

“Nah kalau begitu sudah jelas pak bahwa bapak belum bisa menjadi pelindung kami.Bapak punya waktu-waktu yang tidak bisa kami ganggu ,sedangkan Allah selama 24 Jam sehari semalam , 7 hari dalam seminggu , bisa diganggu kapanpun dan dimanapun serta oleh siapapun yang ingin mengadu” Ujar Arif polos.”Lalu kenapa kami harus menjadikan bapak sebagai pelindung kami ?” tanya Arif mengakhiri.

Pak Camat terdiam,kehabisan kata.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images