Sepertinya,Hari ini hari terakhir saya

10:40 AM

Sepertinya, hari ini adalah hari terakhir bagi saya.Tapi kenapa diri ini masih bermalas-malasan juga ? kenapa badan ini masih juga menunda-nunda untuk beramal baik padahal waktu semakin berlari dengan cepat,meninggalkan saya dalam kebingungan dan terlena.Seharusnya saya sadar bahwa di akhirat kelak tidak ada pilihan ketiga.Hanya ada dua tempat yang disiapkan untuk saya , Sorga dengan segala kenikmatannya atau neraka dengan segala kepedihan azabnya.

Padahal amalan baik di dunia ini begitu banyak dan mudah.Tapi kenapa yang saya lakukan malah sedikit.Itupun ditambah rasa kesal dan geram di hati saat mengerjakannya.Hamparan ladang yang penuh dengan pahala senantiasa terhampar di depan saya , lalu kenapa saya masih malas untuk menggerakkan tubuh dan mulai untuk memetiknya ? Betapa banyak orang miskin , anak terlantar serta orang tua yang lemah tak berdaya berseliweran tiada henti di depan mata saya.Mereka hanya berlalu.Yah hanya berlalu tanpa sedikitpun bantuan yang bisa saya berikan, meski saya tahu bahwa sedikit bantuan dari saya akan dibalasi berlipat ganda oleh-NYA.

Jatah perantauan saya semakin hari semakin berkurang.Panggilan dari-Mu itu semakin hari semakin terdengar.Namun bekal saya masih sangat sedikit.Tidak tahu lagi apa yang akan saya lakukan saat masa perantauan itu dianggap selesai , lalu saya kembali ke Kampung Akhirat nyaris tanpa bekal yang cukup di tas Taqwa saya.Herannya sampai detik ini saya masih merasa tenang.Tiada takut ataupun malu dengan sedikitnya bekal yang saya miliki.Akankah saya menghadapi-NYa dengan kekurangan ini ?

Pakaian saya masih begitu kotor dan compang-camping.Tak terhitung jumlah koyak dan lubang yang belum sempat tertambal.Tak malukan diri ini menghadap Allah dengan segala keagungan-NYA ? ataukah saya ternyata masih pede-pede saja dengan pakaian kumal , kotor dan berlubang ini ? padahal membersihkannya begitu ringan,padahal menambalnya begitu mudah.Cukup dengan amalan kebaikan sederhana , penuh keikhlasan dan istiqomah , ia akan bersih dan tertambal dengan sendirinya.

Sepertinya, malam ini adalah malam terakhir bagi saya.Malam ini masih akan terlihat cerah dengan bulan yang terlihat jumawa menguasai langit , dan kerlipan jutaan bintang menghiasinya.Kehadiran Malam dengan segala keindahannya menegaskan bahwa begitu Agung dan Mulianya Sang Pencipta.Semestinya malam-malam ini saya penuhi dengan sujud kepada-NYA.Saya isi dengan segala bentuk ungkapan taqwa kepada-NYA.Tidak hanya sekedar menikmatinya nihil arti.

Saya tahu , gelapnya malam semestinya lebih mengingatkan saya kepada persinggahan sementara bernama “Kubur”.Tempat dimana saya akan diproses verbal oleh Munkar dan Nakir , tanpa ada orang tua yang melindungi, tanpa ada sahabat yang menyemangati . Hanya Amalan kebaikan yang mau menjadi teman saat itu , namun berapa banyak kah amalan kebaikan saya ? Cukupkah untuk menerangi gelapnya kubur layaknya lampu 100 watt ? Cukupkah ia untuk menghangati dinginnya kubur seperti pemanas ruangan hotel bintang lima ? Cukupkah ia untuk sekedar membantu saya menjawab pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir Kelak ?

Kenyataannya saya memang belum siap jika hari ini DIA memanggil saya.Saya tidak siap kalau tiba-tiba Malaikat Izrail datang menjemput saya dan mengajak saya menemui-NYA.Tak cukup banyak amalan kebaikan yang membuat saya pede berjumpa dengan-NYA.Belum bersih diri ini dari segala noda akibat kelalaian dan kesengajaan dalam berbuat dosa.Belum tertambal pakaian ini akibat maksiyat yang dilakukan setiap saat.Bagaimana mungkin saya menghadapi keagungan-NYA dengan tubuh yang kotor penuh noda ? Bagaimana mungkin saya menatap kemuliaan-NYA dengan pakaian yang compang-camping tanpa ditambal ?

Sudah saya coba basuh muka ini , namun tetap saja tangan ini menyentuh kotoran yang semakin menambah nodanya.Sudah saya coba menambal koyak di pakaian ini , namun tangan yang jelalatan penuh dosa ini malah membuat koyakan nya semakin lebar.Lalu bagaimana pula dengan amalan saya yang sering dikerjakan sekedar ‘wajibnya’ , seadanya , sekedarnya dan sesempatnya ? apa yang bisa saya banggakan saat saya menghadap-NYA ?

Ya Tuhan , semoga hari ini bukan hari terakhir saya. Sungguh belum cukup bekal takwa yang saya persiapkan menuju-Mu, tak satupun amal unggulan yang saya persembahkan di hadapan-Mu , tak bersih diri ini untuk menghadap-MU , tak bagus pakaian ini untuk menerima panggilan-MU.Tapi, jika memang ini hari terakhir bagi saya, maka ampunilah diri ini. Jika ampunan-Mu tak saya dapati, malanglah diri ini.Sungguh.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images