My Social's Theory (Part 2)

11:23 AM

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis postingan tentang Teori sosial abal-abal dimana salah satu yang sempat saya singgung adalah The Cheerleader Effect. The Cherrleader Effect ini adalah suatu fenomena sosial dimana sekumpulan wanita akan terlihat sangat cantik dan menarik jika mereka berkumpul dan beraktifitas sebagai grup. Namun, jika diperhatikan satu persatu secara detail, kita akan menemukan bahwa sebenarnya mereka sangat pas-pasan.

Nah, konsep yang sama ternyata berlaku juga pada sekumpulan laki-laki. Kita tahu di Indonesia saat ini sedang menjamur -sampai panuan- yang namanya BoyBand. Boyband adalah sekumpulan laki-laki (atau semi laki-laki kata Raditya Dika) yang berjingkrak-jingkrak sambil keroyokan nyanyiin lagu. Biasanya anggota mereka berkisar antara 3 sampai 7 orang. Mulai yang umurnya masih kecil-kecil banget (yang belum sunat tapi ngomongnya sudah aku cinta kami >_<) sampai yang mukanya berewokan kayak preman pasar tapi nyanyi dangdut.

Di satu sisi, konsep boyband ini sukses mendobrak mainstream Industri Musik di Indonesia. Semenjak SM*SH berpijar dengan lagu I Heart You nya (ini lagunya apa sih) serta dengan Video 6 laki-laki ayu dimana salah satu personelnya memakai baju kayak lagi netek in bayi, boyband pun perlahan berjibun bermunculan. Namun disisi lain terjadi penurunan drastis dari kualitas dan karakteristik musik di Indonesia. Bayangkan, anda tidak perlu bersuara bagus dan berkarakter dalam musik, yang penting anda bisa senam sambil nyanyiin lagu (atau minimal lipsync). Sayangnya, pengagum mereka malah banyak sekali. Entah terpesona dengan gaya tarinya, entah tertipu dengan kegantengan (kata) personelnya, atau malah tertarik dengan fashion ala netek bayi-nya. Yang jelas, kita harus sabar untuk tidak men-smash mereka.

Kembali ke teori The CherrLeader Effect tadi. Seperti yang saya bilang bahwa ketika laki-laki berkumpul, itu akan menjadi magis tersendiri dimana kita akan melihat mereka secara keseluruhan sebagai orang-orang yang keren, tampan dan bersuara bagus plus pinter nari. Namun coba perhatikan satu-persatu. Soleh Solihun salah satu stand up komedian pernah mengatakan bahwa "Boyband itu adalah kumpulan laki-laki berwajah pas-pasan, memiliki kualitas vokal pas-pasan dan kemampuan nari pas-pasan" Semuanya pas-pasan (sepertinya mereka mau menyaingi pertamina yang PASTI PAS.

Tidak seluruh personel boyband bisa nyanyi, juga tidak seluruhnya yang bisa nari, pun juga tidak seluruhnya yang ganteng (dan saya khawatir tidak seluruhnya yang laki-laki #upsss). Namun, seperti yang saya bilang diatas, ketika mereka berkumpul, kelemahan tersebut tertutupi dan mereka pun jadi enak dilihat (kayak ayam goreng upin ipin).

***

Pertanyaannya adalah kenapa mereka terlihat keren jika bersama ?  Dalam konsep teori bias atau teori distraksi yang saya karang-karang sendiri, ketika banyak orang berkumpul, otak kita kesulitan dalam menilai satu persatu, karena disaat kita menilai satu orang, perhatian kita akan teralihkan oleh orang yang lain. Kondisi ini berlangsung secara simultan sehingga kita tidak bisa melihat satu pun cacat grup lantaran terbiaskan oleh  kebersamaan. Begitu juga dalam menilai boyband misalnya. Saat mereka perform, lalu kita mencoba menilai Si A, tiba-tiba akan ada Si B dan C yang akan menutupi dan membiaskan penilaian kita. Begitu seterusnya.

Nah, konsep ini dalam kehidupan sehari-hari diterjemahkan dalam bentuk kerukunan dan persatuan umat. Ketika kita bersatu, maka setiap celah kelemahan masing-masing kita akan tertutupi. Berbeda jika kita berpisah-pisah, aib kita akan terbongkar satu persatu. Oh, mungkin itulah salah satu hikma dari sabda Rasulullah Saw  " Rahmat Allah itu ada dalam berjama'ah ". Kata ulama juga "Bersatu itu rahmat dan bercerai-berai itu azab", karena dalam persatuan kita akan saling menutupi, saling berbagi dan saling menguatkan satu sama lain.

***

Teori Bias ini juga akan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana adalah biasanya dalam sebuah Genk Kecil, akan ada seseorang yang biasanya bersifat minor seperti kurang cantik atau kurang pinter atau kurang keren. Fungsinya adalah untuk membiaskan pandangan kita bahwa sebenarnya di anggota yang lain juga memiliki aib dan kekurangan yang banyak, namun terbiaskan oleh pandangan kita pada yang satu tersebut. Coba lihat genk remaja putri, biasanya akan ada satu orang yang ditonjolkan memiliki sikap minor seperti kurang cantik. Atau lihat Power Ranger, biasanya diantara deretan orang Amerika, akan diselipkan satu orang Asia atau Afrika. Tujuannya adalah agar kita tidak mampu melihat kekurangan dari yang lain karena sudah terbiaskan oleh yang satu orang minor tadi.

Nah, teori ini jelas tidak valid. Jangan dipercayai ! namun jadikan pelajaran :D

#Sssttt... katanya, seorang perempuan yang suka dinilai cantik, akan memilih temannya yang agak kurang cantik dari dirinya :D Teori ini belum tentu salah (eh mbak jangan liat-liatan gitu donk :D)

The Cheerleader Effect
The Cheerleader EffectThe
The Cheerleader Effect

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images