Mohon Doa Restu #FF

12:38 PM

"Mohon doa restu", kalimat itu kubaca berulang-ulang saat ini. Sejak pagi aku telah mempersiapkan segala sesuatunya. Setelan baju batik yang mulai terlihat lusu, celana dasar hitam kumal dan sepatu kulit palsu ku keluarkan dari koper besar di atas lemari. Pakaian seperti ini sangat jarang sekali kugunakan. Ia hanya kupakai saat acara yang benar-benar penting dan resmi saja.

Aku masih duduk disini. Di sebuah acara pernikahan. Makanan yang disediakan telah kunikmati. Sesekali kuedarkan pandangan ke sekeliling. Terlihat orang-orang yang sibuk bercerita di meja-meja sebelah. Sedangkan pasangan pengantin terlihat sumringah walau ada gurat keletihan diwajah mereka. Musik yang mengalun dari pengeras suara membuat acara ini semakin meriah.

Kupandangi lagi tulisan itu. "Mohon doa restu". Semestinya ucapan ini adalah permintaan dari pengantin pada hadirin. Ucapan bernilai ketulusan agar pernikahan mereka direstui dan berkah. Aku termenung sejenak, lalu berucap dalam hati "terima kasih, telah mengizinkanku menikmati hidangan di pesta pernikahan kalian ini. Sudah sejak dua hari kemaren perutku belum terisi. Maaf, hanya doa tulus ikhlas yang bisa kuberikan buat kalian, karena amplop tanpa nama yang kuselipkan dalam kotak tadi tiada berisi apapun jua. Izinkan aku mengucapkan permintaan yang sama. 'Mohon doa restu' dari kalian berdua, semoga makanan yang dimakan oleh orang yang tidak ada dalam daftar undangan ini, bisa menguatkan tubuhnya. Setidaknya sampai ada pesta perkawinan lagi di sekitar sini". Kuumbar senyum dan perlahan namun pasti kulangkahkan kakiku keluar dari arena pesta ini.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images