Hukum mengucapkan selamat datang / marhaban yaa Ramadhan

3:50 PM



Hukum mengucapkan selamat datang / marhaban yaa Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Ada begitu banyak keutamaan dan rahmat yang melimpah di bulan ini. Jumlah keutamaan yang tak terkira Allah sediakan di Ramadhan bagi pada hamba-Nya. Amalan yang pahalanya berlipat ganda, saling berbagi dengan kaum dhu’afa, berkurangnya intensitas perbuatan buruk dan meningkatnya perbuatan baik serta banyak keutamaan lainnya. Tak heran kiranya jika seorang muslim begitu meluapkan kegembiraan dengan kedatangannya.

Al-Qur’an sendiri ternyata mengajarkan kita untuk bergembira dan memperlihatkan kegembiraan atas segala keutamaan dan rahmat yang telah Allah berikan pada kita. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 58 :
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah “dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Mengucapkan selamat datang bulan Ramadhan atau yang semisalnya sendiri termasuk kedalam salah satu perbuatan meluapkan kegembiraan. Dalam ayat lain, Al-Qur’an menyebutkan salah satu bentuk penghargaan dan  pengucapan selamat atas nikmat yang diperoleh oleh kaum mukmin. Allah berfirman dalam surat Ath-Thur ayat 19 :
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
(Dikatakan kepada mereka) “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan atas apa yang telah kamu kerjakan”

Rasulullah sendiri juga mengungkapkan kegembiraan kepada para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira pada sahabatnya dan berkata “Telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah” (H.R An-Nasa’i, Ahmad dan lain-lain)

Para ulama Islam juga banyak yang menyukai penyebutan dan pengungkapan kegembiraan atas setiap nikmat dalam masalah agama yang diperoleh oleh orang mukmin. Dalam Tharh At-Tatsrib, Al-Hafizh Al-Iraqi Asy-Syafi’i berkata: “Disunnahkan untuk bersegera mengungkapkan kegembiraan (mengucapkan selamat) atas nikmat yang diperoleh oleh orang lain atau atas tertolaknya musibah darinya”.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Mughni Al-Muhtaj berkata: “Perbuatan tersebut disunnahkan”. Lalu ia menambahkan “Dalilnya adalah ke-umum-an dalil disyariatkannya beberapa perbuatan yang dilakukan atas nikmat yang diperoleh atau terjauhi dari musibah seperti disyariatkannya sujud syukur, takziyah dan juga hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ka’ab bin Malik ra tentang kisah beliau (Ka’ab) yang taubat lantaran terlambat/tidak mengikuti perang tabuk, tatkala ia mendapat berita bahwa taubatnya telah diterima Allah, ia pun pergi menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai disana salah seorang sahabat bernama Thalhah bin Ubaidillah pun berdiri menyambutnya dan mengucapkan selamat (atas diterimanya taubatnya).

Pendapat yang sama juga dinukilkan oleh Al-Qalyubi dalam Hasyiyah-nya dari Ibnu Hajar Al-Haitami yang berpendapat bahwa mengungkapkan kegembiraan (mengucapkan selamat) terhadap hari raya, bulan dan tahun tertentu hukumnya adalah mandub (sunnah). Al-Baijuri dalam hasyiyah-nya mengomentari pendapat Ibnu Hajar tersebut bahwa itulah pendapat yang dipegang dalam mazhab syafi’i.

Abu Abdillah Ibnu Muflih Al-Maqdisi, seorang ulama bermazhab hanbali dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah juga berkata: “Disukai/disunnahkan untuk mengungkapkan kegembiraan (mengucapkan selamat) atas nikmat yang diperoleh. Dalilnya adalah kisah taubatnya Ka’ab bin Malik, dan juga sebuah riwayat ketika Allah menurunkan ayat انا فتحنا لك فتحا مبينا  (Surat Al-Fath ayat 1), para sahabat Rasulullah serentak berkata: “Nikmat yang sedap lagi baik akibatnya”.

Kesimpulannya adalah tidak ada larangan bahkan disunnahkan bagi seorang muslim untuk mengungkapkan kegembiraan atas nikmat yang ia peroleh. Mengungkapkan kegembiraan itu salah satu bentuknya adalah mengucapkan selamat atas diperolehnya nikmat tersebut. Maka, ucapan “Selamat datang Bulan Ramadhan” atau yang sering kita dengar di tempat kita “Marhaban Yaa Ramadhan” adalah perbuatan yang disukai/disunnahkan. Tujuan pengucapannya adalah lantaran begitu banyak keutamaan, nikmat dan rahmat yang Allah berikan didalamnya, sehingga kita pun bergembira menyambut kedatangannya.  

Wallahu a’lam bish-shawab


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images